IHSG Sepekan Melesat 2,60% hingga Dilanda Net Buy Asing
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan ini berhasil menguat sebanyak 2,60% dari 7.063 menjadi 7.253. Pemodal asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham Rp 2,68 triliun.
Berdasarkan datan perdagangan saham di BEI, penguatan indeks ini merupakan pekan kedua setelah pekan lalu indeks menguat kembali ke level di atas 7.000. Penguatan indeks ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri naik 6,17%, sektor energi menguat 5,86%, dan sektor transportas naik 4,96%.
Baca Juga
Wall Street Reli, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor Baru
Penguatan selanjutnya melanda saham sektor material dasar 3,86%, sektor teknologi 2,85%, sektor properti 1,40%, sektor konsumer non primer 1,34%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,57%
Penguatan indeks pekan ini juga didukung kenaikan sebanyak 457 saham. Sedangkan sisanya sebanyak 270 saham ditutup melemah dan sebanyak 205 saham tidak mengalami perubahan harga.
Tak hanya terjadi kenaikan, investor asing gencar merealisasikan pembelian bersih mencapai Rp 2,63 triliun pekan ini. Terjadi peningkatan dari net buy pemodal asing pekan lalu hanya Rp 499,99 miliar.
Baca Juga
Rilis Super App wondr, BNI (BBNI) Bidik Pertumbuhan Tabungan hingga 30%
Sedangkan lima saham penyumbang terbesar terhadap penguatan indeks datang dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Rakyat Indonesia TbK (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Barito pacific Tbk (BRPT).
Kemarin, IHSG ditutup menguat 32,48 poin (0,45%) menjadi 7.253,37. Pemodal asing kembali membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 558,39 miliar melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 195,61 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 169,92 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 92,51 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 31,45 miliar.
Grafik IHSG

