Investor Asing justru Net Buy Rp 260,12 Miliar Saat IHSG Anjlok 3,46%, Intip Pilihannya
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 260,12 miliar di seluruh pasar, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/5/2026), jatuh sebanyak 228,56 poin (3,46%) ke level terendah 6.370.
Net buy terbanyak melanda saham MDKA senilai Rp 343,41 miliar, ADRO mencapai Rp 209,08 miliar, MBMA senilai Rp 99,94 miliar, INCO mencapai Rp 85,22 miliar, dan DEWA senilai Rp 60,43 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan penjualan bersih (net sell) melanda saham BBCA senilai Rp 306,16 miliar, BREN mencapai Rp 115,04 miliar, BBRI senilai Rp 99,53 miliar, AMMN mencapai Rp 90,94 miliar, dan CUAN senilai Rp 84,13 miliar.
Baca Juga
Luhut Bocorkan Pertemuan dengan MSCI, Arus Modal Asing Berpeluang Kembali
Penurunan indeks dipicu sentiment negative rencana pemerintah membentuk Badan Ekspor bagi eksportir perusahaan sumber daya alam (SDA). Penurunan juga dipicu kejatuhan rupiah ke level terendah baru Rp 17.706 atau jatuh beruntun dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terbesar terhadap indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti material dasar 7,30%, sektor energi 6,94%, transportasi 6,58%, sektor industry 4,54%, sektor infrastruktur 4,13%, dan sektor consumer primer 3,36%. Sebaliknya sektor kesehatan naik 0,55%.
Kejatuhan indeks juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti TPIA, DSSA, RAJA, RLCO, AALI, EMAS. ADRO, AADI, INDY, INCO, TINS, ANTM, ITMG, dan sejumlah perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar lainnya.
Baca Juga
Rupiah Tertekan, BI Diminta Naikkan Suku Bunga 50 Bps Demi Jaga Kredibilitas
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut masih torehkan lompatan harga yang mengesankan, seperti saham LCKM naik 33,93% menjadi RP 150, RELI naik 24,48% menjadi Rp 600, ASPR menguat 15,42% menjadi Rp 464, FOOD naik 10% menjadi Rp 187, dan SRAJ naik 9,06% menjadi Rp 13.850.
Kemarin, IHSG sempat melemah sebanyak 325 poin atau lebih dari 4,3%, meski akhirnya ditutup level 6,599. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 463,99 miliar. Net sell terbanyak melanda saham ANTM senilai Rp 315,03 miliar, BREN senilai Rp 152,53 miliar, AMMN mencapai Rp 149,08 miliar.
Tekanan terhadap indeks datang dari kejatuhan saham big cap, seperti TPIA, DSSA, AMMN, dan BREN. Penurunan juga dipicu pelemahan saham big bank, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Dorong Pertumbuhan UMKM, Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp 14,54 Triliun per April 2026
Secara sectoral, semua sektor saham mengalami penurunan yang dipimpin saham sektor material dasar 5,17% dan transportasi 6,20%. Penurunan juga melanda saham sektor industry 3,25%, sektor energi 2,37%, sektor property 2,22%, infrastruktur 2,98%, dan sektor teknologi 2,21%.
Penurunan indeks disebut dipicu atas sentiment negative yang datang bertubi-tubi, seperti pelemahan rupiah, sentimen negatif global, hingga pengumuman MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya.

