Potensi Naik Lebih Besar Dibanding Koreksi, Saham ASII Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan harga saham PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang semester II-2023 berjalan menjadi peluang menarik bagi pemodal. Dengan penurunan tersebut, koreksi lebih lanjut saham ini semakin terbatas.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII telah turun dari level Rp 6.775 pada penutupan pasarn akhir semester I-2023 menjadi Rp 5.675 pada penutupan perdangan saham kemarin atau telah terjadi penurunan sebanyak 16,23%.
Baca Juga
Valuasi Dinilai Murah, Saham ASII Bakal 'Rally' Menuju Rp 7.100
“Dengan penurunan harga tersebut, saham ASII menunjukkan peluang investasi menarik. Penurunan saham ASII sepanjang semester II 2023 berjalan dipicu peningkatan tantangan segmen otomotif dan performa penjualan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang lebih rendah,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Arief Machrus dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Penurunan harga saham ASII, menurut dia, menjadi peluang menarik bagi investor. Apalagi saat ini saham ASII diperdagangan dengan perkiraan PE 7,1 kali atau berada di bawah rata-rata dalam lima tahun terakhir.
Terkait bisnis otomotif, Arief Machrus mengatakan, ASII justru mempertahankan dominasi dengan peningkatan pangsa pasar di tengah digaungkannya kendaraan Listrik dan hybrid. Bahkan, Astra mendominasi penjualan mobil hybrid yang didukung dengan penerimaan masyarakat yang terus meningkat.
Sinarmas Sekuritas memperkirakan peningkatan pangsa pasar ASII diperkirakan menjadi 56% tahun ini dan diharapkan kembali stabil pada level 54-55% tahun 2025. Penguatan pangsa pasar didukung inovasi dengan menghadirkan model baru.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.800 untuk 12 bulan ke depan.
Target tersebut mempertimbangkan estimasi kenaikan laba bersih perseroan dari Rp 28,39 triliun tahun lalu menjadi Rp 31,34 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 32,24 triliun pada 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan ASII

