Laba Lampaui Ekspektasi, Saham Astra International (ASII) Direkomendasikan Beli dengan Target Harga Ini
JAKARTA, investortrust.id –Keberhasilan PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun 2024 membuat saham ini layak dipertahankan direkomendasikan beli, dengan peluang kenaikan harga lebih dari 30%.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas utnuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.900, dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu Rp 4.530. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PE sekitar 5,6 kali dan peluang berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini.
Baca Juga
Astra International (ASII) Usulkan Dividen Final Tahun Buku 2024 Rp 308 per Saham, Yield Segini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa realisasi pertumbuhan laba bersih ASII menjadi Rp 34,05 triliun tahun lalu sudah melampaui target. Angka tersebut setara dengan 102% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 106% dari perkiraan consensus analis.
“Keberhasilan ASII mempertahankan pertumbuhan didukung atas kuatnya segmen bisnis keuangan perseroan yang menjadi bantalan di tengah penurunan keuntungan dari segmen otomotif,” tulisnya dalam riset tersebut.
Sebelumnya, ASII mengumumkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 34,05 triliun sepanjang 2024, jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar pada GoTo dan Hermina. Jumlah ini naik tipis 1% dari perolehan 2023 sebesar Rp 33,83 triliun.
“Grup mencatatkan laba bersih yang solid pada 2024, dengan resiliensi kinerja dari portofolio yang terdiversifikasi, meskipun sentimen konsumen di Indonesia melemah,” jelas Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro secara resmi.
Baca Juga
Naik Tipis, Astra International (ASII) Cetak Laba Bersih Rp 34,05 Triliun Sepanjang 2024
Didukung torehan laba tersebut, ASII akan mengusulkan dividen final sebesar Rp 308 per saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang bakal digelar Mei 2025. Jika ditambah dengan dividen interim yang sudah dibagikan Rp 98 per saham, total dividen tahun buku 2024 senilai Rp 406 per saham atau lebih rendah dari dividen tahun buku 2023 senilai Rp 421 per saham.
“Dividen final yang akan diusulkan tersebut, ditambah dengan dividen interim sebesar Rp 98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2024. Total dividen yang diusulkan untuk tahun 2024 menjadi Rp 406 per saham dengan rasio dividen sebesar 48%,” dikutip dari Laporan Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro.

