Laba Lampaui Estimasi, Saham Astra International (ASII) Ditargetkan Menuju Rp 8.000
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang 2023 telah melampui perkiraan. Lompatan laba bersih tersebut diperkirakan tetap berlanjut didukung segmen keuangan dan pertambangan.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 8.000 per saham. Targe tersebut juga mempertimbangkan model bisnis perseroan yang solid untuk mencapai kontinuitas pertumbuhan ke depan.
Baca Juga
Mobil Hybrid Laris Manis, Saham Astra (ASII) Bisa ‘Ngacir’ ke Level Segini
Astra (ASII) membukukan lompatan laba bersih sebanyak 16,91% menjadi Rp 33,83 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 32,19 triliun. Lompatan tersebut menjadikan laba per saham ASII meningkat dari Rp 715 menjadi Rp 836 per saham. Sedangkan hari ini, saham ASII ditutup naik Rp 50 (0,98%) menjadi Rp 5.175.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan dari Rp 301,37 triliun menjadi Rp 316,56 triliun pada 2023. Laba sebelum pajak penghasilan juga meningkat dari Rp 50,39 triliun menjadi Rp 54,72 triliun.
“Realisasi laba bersih perseroan telah sesuai dengan perkiraan consensus analis, tetapi melampaui perkiraan kami. Angka tersebut setara dengan 105% dari proyeksi Mandiri Sekuritas,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga
Laba Melesat, Astra (ASII) Berencana Tebar Dividen Final Rp 421 per Saham
Mandiri Sekuritas menyebutkan lompatan laba perseroan didukung segmen bisnis pembiayaan yang bertumbuh di atas perkiraan. Sedangkan laba bersih dari segmen otomotif belum sesuai estimasi, meskipun menunjukkan peningkatan sebanyak 18% sepanjang tahun 2023.
Sedangkan beberapa hal penting dari realisasi Astra International (ASII) tahun 2023, menurut pandangan Mandiri Sekuritas, laba segmen otomotif menunjukkan penurunan pada kuartal IV-2023. Begitu juga dengan margin keuntungan segmen ini menunjukkan penurunan. Sedangkan kinerja keuangan anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR) masih tetap kuat didukung segmen bisnis pertambangan batu bara dan segmen bisnis keuangan menunjukkan pertumbuhan kuat dengan lompatan laba bersih.
Baca Juga
Bukan Mobil Listrik, Sentimen Negatif Saham Astra (ASII) Ternyata Ini
Sebelumnya, Presiden Direktur Astra International (ASII) Djony Bunarto Tjondro mengatakan perseroan mengusulkan pembagian dividen final tahun buku 2023 sebesar Rp 421 per saham. Dividen ini akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan pada bulan April 2024.
Dengan demikian total dividen perseroan tahun buku 2023 diperkirakan mencapai Rp 519 per saham, yaitu terdiri atas dividen interim sebesar Rp 98 per saham yang telah dibagikan Oktober 2023 dan rencana dividen final Rp 421 per saham. Angka tersebut menunjukkan rasio pembayaran dividen sebesar 62% dari perolehan laba bersih tahun 2023.

