Laba Lampaui Ekspektasi, Bagaimana dengan Target Saham Astra (ASII)?
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 10% telah melampaui estimasi. Lompatan laba tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan perseroan tahun ini.
Laporan keuangan ASII mengungkap bahwa laba dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,11% menjadi Rp 25,69 triliun sampai September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 23,33 triliun.
Baca Juga
Hingga September, Laba Astra International (ASII) Tumbuh Jadi Rp 25,69 Triliun
Kenaikan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham ASII naik dari Rp 576 menjadi Rp 635 per saham. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 221,35 triliun menjadi Rp 240,91 triliun.
“Realisasi laba bersih tersebut sudah melampaui estimasi kami. Jika tanpa menghitung kerugian invetasi di GOTO dan lainnya, total laba bersih perseroan mencapai Rp 26 triliun atau bertumbuh 17%. Angka tersebut setara dengan 88% dari target Mandiri Sekuritas dan merefleksikan 84% dari perkiraan consensus analis,” terang tim riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, hari ini.
Lompatan laba tersebut didukung atas pesatnya pertumbuhan dari sejumlah bisnis, seperti bisnis otomotif menunjukkan pertumbuhan penjualan yang pesat begitu juga dengan margin keuntungan.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Janji Beri Layanan Internet Terbaik, Simak Strateginya
Begitu juga dengan kontribusi dari divisi keuangan menunjukkan peningkatan pesat setelah terjadi peningkatan kredit pesat dan penurunan provisi. Adapun laba segmen penjualan alat berat menunjukkan penurunan.
Berbagai faktor tersebut Mandiri Sekuritas memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan tahun ini. Proyeksi laba bersih direvisi naik dari Rp 29,49 triliun menjadi Rp 32,13 triliun dan proyeksi pendapatan direvisi naik dari Rp 295,39 triliun menjadi Rp 302,52 triliun.
Revisi naik mempertimbangkan tetap kuatnya kontribusi penjualan otomotif dan divisi keuangan perseroan sepanjang tahun ini. Sedangkan penjualan alat berat diharapkan pulih menjelang akhir tahun.
Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saahm ASII dengan target harga Rp 8.000.

