Laba Astra (ASII) Semester I Berpotensi Lampaui Target, Ternyata Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – Potensi kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) berpotensi lampau target sepanjang semester I-2024, meskipun penjualan otomotif menunjukkan penurunan dalam jangka waktu tersebut.
BRI Danareksa Skeuritas memperkirakan pertumbuhan pendapatan dan laba operasional segmen financial masing-masing 12% dan 18% pada paruh I 2024. Sedangkan pertumbuhan penjualan dan laba operasional alat berat masing-masing -0,5% dan 25% pada kuatal II-2024. Penjualan dan laba operasional segmen otomotif diprediksi turun 13% dan 45%.
BRI Danareksa Sekuritas memprediksi laba bersih ASII pada kuartal kedua meningkat sebanyak 25% QoQ, sehingga total laba konsolidasi semester I diprediksi lampaui target. Hal ini mendorong sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.100.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Ungguli Industri, Prospek dan Target Sahamnya?
“Kami memperkirakan penjualan segmen bisnis keaungan dan alat berat lanjutkan pertumbuhan kuat pada kuartal II yang diharapkan menjadi bantalan penurunan laba dari segmen otomotif, sehingga perseroan bisa mencapai laba lebih besar dari perkiraan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Chritian Sitorus dan Richard Jerry dalam riset terbarunya.
Estimasi Kinerja ASII
BRI Danareksa Sekuritas juga menyebutkan penurunan paling besar segmen otomotif datang dari pelemahan penjualan mobil. Sedangkan penjualan sepeda motor diprediksi hanya turun tipis sebesar 1% pada semester I tahun ini.
“Kami berharap segmen otomotif mulai bangkti pada paruh kedua tahun ini, khususnya datang dari peningkatan penjualan mobil. Adapun penjualan sepeda motor diperkirakan cenderung melembat,” tulisnya.
Baca Juga
Astra Financial Boyong 10 Unit Bisnis ke GIIAS 2024, Incar Transaksi Rp 2,8 Triliun
Pemulihan penjualan otomotif datang dari kehadiran model mobil baru, termasuk facelift. Selain itu, volume penjualan otomotif pada paruh kedua berkontribusi lebih besar terhadap volume penjualan dalam setahun.
Terkait penjualan alat berat, analis BRI Danareksa Sekuritas Chritian Sitorus dan Richard Jerry menyebutkan, akan berimbas terhadap peningkatan kontribusi PT United Tractors Tbk (UNTR) terhadap pendapatan dan laba perseroan tahun ini.
Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, laba bersih Astra International (ASII) diharapkan mencapai Rp 30,06 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 33,83 triliun. Pendapatan perseroan diprediksi turun dari Rp 316,56 triliun menjadi Rp 293,84 triliun.
Grafik saham ASII

