Saham Petrindo (CUAN) Melesat 4.388%, Simak Kembali Aksi Korporasinya
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali menorehkan penguatan ke level tertinggi baru sepanjang masa pada penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12/2023).
Berdasarkan perdagangan saham di BEI, saham CUAN bergerak dalam rentang Rp 9.475. Bahkan, saham ini cempat menyentuh level tertinggi baru Rp 10.050. Penguatan saham CUAN tercatat sebagai yang tertinggi di antara saham-saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
Baca Juga
Prajogo Tempatkan Direksi dan Komisaris, Saham Petrosea (PTRO) Terbang ARA
Saham CUAN telah melesat dari level Rp 220 pada 8 Maret 2023 menjadi Rp 9.875 pada penutupan sesi I hari ini. Dengan demikian, kenaikan telah mencapai 43,88 kali atau 4.388% sepanjang listing di BEI.
Lompatan harga tersebut menjadikan Petrindo Jaya (PTRO) sebagai emiten tambang batu bara dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kedua di BEI dengan nilai Rp 111 triliun, meskipun secara kinerja keuangan dan produksi masih tertinggal jauh dari emiten batu bara besar lainnya.
Sedangkan posisi pertama masih dipegang PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market cap Rp 626,66 triliun. Bahkan, market cap PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) jauh tertinggal. Market cap ADRO baru mencapai Rp 80,60 triliun, BUMI senilai Rp 37,13 triliun, dan PTBA hanya Rp 28,19 triliun.
Baca Juga
Saham Petrindo (CUAN) Kembali ARA, Bahkan Salip Market Cap Barito Pacific (BRPT)
Terkait kinerja keuangan, CUAN berhasil menorehkan penguatan menjadi Rp 1,15 triliun hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 916,79 miliar. Sebaliknya laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 253,43 miliar menjadi Rp 175,24 miliar. Laba per saham juga turun dari Rp 26,53 menjadi Rp 16,13.
Aksi Korporasi
Petrindo Jaya (CUAN) sebelumnya melalui anak usahanyaPT Kreasi Jaya Persada (KJP) telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat pada 7 November 2023 dengan pemegang saham pengendali PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Caraka Reksa Optima (CRO). KJP berniat membeli sebanyak 34% saham PTRO dari CRO. Usai aksi iniKJP akan menjadi pengendali baru PTRO.
Bahkan, Prajogo Pangestu telah menempatkan tiga orang kepercayaannya masuk jajaran manajemen PTRO. Tiga nama yang masuk adalah Dirut CUAN Michael diangkat menjadi Dirut PTRO. Selain itu, RUPSLB PTRO mengangkat Kartika Hendrawan menjadi direktur dan Erwin Ciputra menjadi komisaris PTRO.
Baca Juga
Kekayaan Prajogo Pangestu Melesat Jadi US$ 48,1 Miliar Usai Empat Sahamnya Melambung
Perseroan juga juga telah melakukan akuisisi 85% saham PT Silika Salut Jaya melalui salah satu entitas anak usahanya, PT Prima Mineral Investindo (PMI). PMI nantinya menjadi pemegang saham pengendali baru di Silika Salut Jaya.
Akuisisi ini disebut sesuai dengan tujuan awal perseroan untuk menjadikan PMI sebagai entitas anak yang akan bertindak sebagai holding dari perusahaan yang bergerak di bidang tambang mineral lainnya.
Perseroan juga telah melebarkan bisnisnya ke sektor penambangan batu bara metalurgi dan mineral emas. Langkah untuk melakukan diversifikasi usaha ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis CUAN.

