Saham Disuspen, Petrindo (CUAN) Justru Umumkan Aksi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), mengungkapkan tengah bernegosiasi terkait pengambilalihan saham PT Petrosea Tbk (PTRO)
KJP selaku pembeli telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat pada 7 November 2023 (PPSB) dengan PT Caraka Reksa Optima (CRO) selaku penjual penjual.
Baca Juga
Penandatanganan tersebut diungkapkan dalam publikasi di media massa pada Selasa (7/11/2023). Petrindo Jaya Kreasi pemegang sebanyak 99,98% saham KJP.
Adapun jumlah saham milik CRO di dalam PTRO yang rencananya dibeli dan diambil alih oleh KJP berdasarkan PPSB adalah sebanyak 342.925.700 saham atau mewakili 34% dari keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PTRO.
“Negosiasi dilakukan secara langsung antara KJP dan CRO, dan rencana transaksi akan berlaku efektif setelah dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana yang disetujui dan ditetapkan di dalam PPSB,” terang pengumuman tersebut.
Apabila rencana transaksi berlaku efektif, maka akan mengakibatkan KJP menjadi pengendali PTRO.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham emiten milik Prajogo Pangestu, CUAN, seiring lompatan harga dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, saham perseroan telah melesat lebih dari 26 kali terhitung sejak listing perdana pada 8 Mei 2023.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan saham BEI kemarin, saham CUAN melesat Rp 675 (12,62%) menjadi Rp 6.025. Dengan harga penutupan Rp 6.025, saham CUAN telah melesat sebanyak 26,38 kali terhitung sejak listing perdana pada 8 Maret 2023 dengan harga pelaksanaan Rp 220 per saham.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham CUAN, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham CUAN perdagangan 7 November 2023,” tulis Kepalada Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Rendy Ridywansyah di Jakarta, Selasa (7/11/2023).

