Obral Saham Petrindo (CUAN) Saat Harga Jatuh, Prajogo Pangestu justru Raup Rp 538,91 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Prajogo Pangestu meraup dana Rp 538,91 miliar dari divestasi sebanyak 480,81 juta saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di tengah pelemahan harga saham dalam sebulan terakhir.
Manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa aksi divestasi dilakukan secara bertahap pada periode 30 Maret hingga 1 April 2026.
Baca Juga
Enam Saham Prajogo Pangestu Ambles, Market Cap Menguap Ratusan Triliun hingga Picu Kejatuhan IHSG
Saham tersebut dilepas pada rentang harga Rp 1.060 hingga Rp 1.150 per saham. Tujuan penjualan adalah untuk meningkatkan porsi saham free float di pasar. Setelah transaksi, kepemilikan Prajogo Pangestu di CUAN turun dari 84,09% menjadi 83,41%.
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham CUAN telah anjlok lebih dari 54% secara year to date (ytd) 2026, dari level Rp 2.340 pada akhir 2025 menjadi Rp 1.045 pada penutupan perdagangan terakhir.
Di sisi lain, BEI telah menerapkan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A terkait pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas, yang mulai berlaku efektif pada 31 Maret 2026 melalui Surat Edaran Nomor SE-00004/BEI/03-2026.
Baca Juga
Dipicu Pembengkakan Beban Keuangan, Laba Petrindo Jaya (CUAN) Tergerus di 2025
Dalam aturan tersebut, definisi saham free float diperbarui dan batas minimum free float dinaikkan menjadi 15% dari total saham tercatat. Persyaratan free float untuk pencatatan awal juga disesuaikan berdasarkan kapitalisasi pasar dengan tiering 15%, 20%, dan 25%.
BEI juga memberikan fleksibilitas melalui mekanisme pengajuan pemegang saham tertentu agar dapat diklasifikasikan sebagai free float, guna mendorong kepatuhan terhadap ketentuan baru.
Adapun emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun diwajibkan memenuhi free float minimal 12,5% paling lambat 31 Maret 2027 dan meningkat menjadi 15% pada 31 Maret 2028. Sementara emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp 5 triliun wajib memenuhi ketentuan free float 15% paling lambat 31 Maret 2029.

