Saham Petrindo (CUAN) Terbang 3.036%, Pantau Kembali Sumber Daya dan Aksi Korporasinya
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali berlanjut, meski sudah masuk barisan saham pergerakan di luar kebiasaan (UMA) yang kedua kalinya.
Berdasarkan data perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CUAN melesat Rp 400 (6,15%) ke level tertinggi baru Rp 6.900. Saham perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini bergerak dalam rentang Rp 6.525-6.925.
Dengan demikian saham CUAN telah melesat 3.036% terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan perdagangan saham sesi I pada 9 November 2023. Bahkan, penguatan harga saham CUAN telah melampaui lompatan harga saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) saat listing perdana tahun lalu berkisar 29 kali.
Baca Juga
Saham Petrindo (CUAN) Cetak Rekor Baru Lagi, Ternyata Cuan Prajogo Pangestu Segini
Lalu, seberapa kuat cadangan batu bara perseroan? Manajamen Petrindo dalam prospektus yang diterbitkan sebelum listing disebutkan perseroan menjalangkan pertambangan batubara melalui dua anak usaha yang beroperasi di dua wilayah di Kalimantan Tengah dengan luas areal 24,530 hektare.
Kedua perusahaan tersebut adalah PT Tamtama Perkasa seluas 9,540 ha dengan produk batubara termal. Perseroan juga mengendalikan PT Bara International yang memiliki konsesi seluas 14.990 ha dengan produk batubara termal.
Perseroan disebut telah memproduksi batu bara terma berkualitas tinggi dengan kapasitas produksi sebanyak 1 juta ton per tahun.
Terkait sumber daya, prospectus tersebut menyebutkan, perseroan melalui Tamtama memiliki sumber daya tereka, tertunjuk, dan terukur mencapai 67 juta ton. Sedangkan Bara International memiliki sumberda aya sebanyak 27,3 juta ton.
Baca Juga
Capai 2.775%, Saham Petrindo (CUAN) Kembali Lanjutkan Penguatan
Adapun cadangan terbukti perseroan terdiri atas sebanyak 8,06 juta ton melalui Tamtama dan sebanyak 16,9 juta ton melalui Bara Interantional. Angka tersebut diharapkan terus meningkat, seiring berlanjutnya eksplorasi ke depan.
Sedangkan hingga Juni 2023, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 601,93 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Laba usaha justru turun dari Rp 224,44 miliar menjadi Rp 203,35 miliar.
Laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari Rp 147,97 miliar menjadi Rp 169,35 miliar. Hal ini menjadikan laba per saham perseroan naik tipis dari Rp 15,49 menjadi Rp 15,86 per saham.
Aksi Korporasi
Usai listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Petrindo Jaaya (CUAN) aktif menggelar aksi korporasi. Di antaranya, perseroan melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP)baru-baru ini menyebutkan tengah bernegosiasi untuk pengambilalihan sebagian saham PT Petrosea Tbk (PTRO).
KJP selaku pembeli telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat pada 7 November 2023 (PPSB) dengan PT Caraka Reksa Optima (CRO) selaku penjual.Penandatanganan tersebut diungkapkan dalam publikasi Selasa (7/11/2023). Petrindo Jaya Kreasi pemegang sebanyak 99,98% saham KJP.
Baca Juga
Adapun jumlah saham milik CRO di dalam PTRO yang rencananya dibeli dan diambil alih oleh KJP berdasarkan PPSB adalah sebanyak 342.925.700 saham atau mewakili 34% dari keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PTRO.
Sebelum aksi tersebut, Petrindo Jaya (CUAN) telah terlebih dahulu menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Indika Indonesia Resources dan Indika Capital Investments Pte Ltd, keduanya anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (INDY), pada pada 22 September 2023. Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengakuisisi sebanyak 100% kepemilikan PT Multi Tambangjaya Utama
Baca Juga
Saat Sahamnya Melambung , Petrindo Jaya (CUAN) Siapkan Akuisisi Perusahaan Ini
Multi Tambangjaya Utama adalah anak usaha INDY, yaitu perusahaan pertambangan batubara termal dan batubara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Multi Tambangjaya Utama memiliki Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi ke-3 dengan area konsesi seluas 24.970 hektare.
CUAN akan membeli seluruh 2.263.030.000 saham di PT Multi Tambangjaya Utama, termasuk hak pemasaran terkait yang dimiliki Indika Capital Investments dengan total nilai sebesar US$ 218 juta.
Baca Juga
Lagi-lagi ARA, Kekayaan Prajogo Pangestu Bertambah Rp 25,34 Triliun dari CUAN
Perseroan juga melebarkan bisnisnya ke sektor pasir silika melalui akuisisi sebanyak 85% saham PT Sepekat Salut Sejahtera dari PT Prima Mineral Investindo (PMI). Sepekat Salut Sejahtera memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) pasir silika di Kutai, Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk wilayah kerja seluas 98,61 Ha.
Perseroan juga telah mengumumkan masuk ke bisnis mineral emas pada 4 September 2023. Diversifikasi ini drealisasikan melalui anak usahanya, PT Intam. PT Intam memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektare di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di Sumbawa.

