Bookbuilding Berlangsung, Samcro Hyosung Adilestari Incar Dana IPO Rp 74,93 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tekstil, PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) menggelar prosesi initial public offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak 693.828.000 lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO.
Proses penawaran awal (bookbuilding) IPO berlangsung tanggal 15 – 22 Desember 2023. Harga nominal saham Rp 20 dengan rentang harga penawaran awal Rp 103 – 108 per saham. Dari penawaran harga tersebut Perseroan berpotensi meraup dana segar hasil IPO Rp 74,93 miliar.
Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. UOB Kay Hian menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Berdasarkan prospektus IPO yang diterbitkan, Perseroan akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 10% saham dari saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham ini, atau sebanyak 69.382.800 saham untuk program alokasi saham kepada karyawan Perseroan (Employee Stock Allocation atau ESA).
Baca Juga
Pasokan Ayam Membanjir, Target Saham Charoen Pokphand (CPIN) Dipotong
Secara bersamaan dengan IPO, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 231.276.000 Waran Seri I atau maksimal 8,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang 3 saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Lebih lanjut Waran seri I yang diterbitkan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan saham biasa atas nama Perseroan yang bernilai nominal Rp 20 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 186. Total dana dari Waran Seri I maksimal Rp 43,02 miliar.
Berdasarkan prospektus IPO yang disampaikan, dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 30% miliar untuk pembelian mesin produksi.
Baca Juga
ASDP Incar 3 Juta Penumpang, Cek Skema Layanan yang Berlaku di Musim Nataru
Kemudian sekitar 10% akan digunakan untuk membayar pinjaman dollar AS dari PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk. Kemudian sekitar 15% dana IPO untuk sewa gedung dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pembelian kendaraan operasional.
Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk pembelian kebutuhan bahan baku dan membiayai kegiatan operasional seperti biaya marketing, biaya SDM, biaya promosi, biaya desain kemasan, biaya perbaikan, pemeliharaan mesin dan bangunan, serta biaya overhead pabrik.
Sebagai catatan, Perseroan didirikan pada tahun 1989 dan bergerak dalam bidang industri dan perdagangan yang memproduksi berbagai macam produk berupa perekat hook dan loop/magic tape atau pita pengait rekat dan webbing tape.
Hook dan loop merupakan alternatif pengganti kancing dan resleting. Hook dan loop yang nyaman dan mudah diaplikasikan untuk berbagai jenis produksi antara lain adalah manufaktur boneka, pakaian, alas kaki, peralatan olahraga, alat kesehatan, kemasan, konstruksi, aksesories, otomotif dan alat tulis.
Berikut jadwal IPO PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk:
Proses penawaran awal (bookbuilding): 15 – 22 Desember 2023
Tanggal efektif: 29 Desember 2023
Masa penawaran umum perdana saham: 02 Januari 2024 - 08 Januari 2024
Tanggal penjatahan: 08 Januari 2024
Tanggal distribusi: 09 Januari 2024
Tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 10 Januari 2024.

