Usai IPO, Samcro Hyosung (ACRO) Beli Mesin Baru untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi hingga 40%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan perdagangan perekat hook dan loop, PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk, resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/01/2024).
Dengan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana (IPO) saham, ACRO dengan melakukan penggantian mesin baru yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi hingga 40%. Perseroan telah melakukan PO mesin ke Swiss.
“Kita penggantian mesin baru produk, sehingga efisiensi pasti tinggi mungkin 30%-40%. Artinya ini produktivitas juga naik karena mesin baru ini lebih lancar,” ungkap Direktur Utama PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) Chung Tae Sung, dalam Pencatatan Perdana Saham ACRO, di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga
Hari ini, Samcro Hyosung (ACRO) dan Manggung Polahraya (MANG) Listing Perdana, Pilih Mana?
Perseroan memperoleh dana segar dari IPO sahamsebesar Rp74,93 miliar. Dari dana tersebut, 30% akan digunakan untuk membeli mesin. Dari jumlah itu, sebanyak 60% untuk pembelian mesin untuk pengembangan produk baru, dan 40% untuk pembelian mesin guna peningkatan dan otomatisasi proses produksi.
Dalam IPO saham tersebut, ACRO telah melepas 639.828.000 saham, yang merupakan 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan, dengan harga Rp108 per saham. Perseroan juga menerbitkan sebanyak 231.276.000 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 8,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.
Dalam data yang diperoleh dari RTI Business pada 14.08 WIB, Jumat (12/02), saham ACRO menguat 17,93% ke level Rp171 per saham. Volume saham yang dicatatkan Rp813,70 juta dengan nilai transaksi Rp140,22 miliar. Sementara, frekuensi perdagangannya tercatat 58.794. Adapun, kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp593,22 miliar.
Baca Juga

