Emiten Milik Politisi Ramai IPO Saham, BEI Bilang Ini
JAKARTA, investortrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap setiap perusahaan yang memenuhi persyaratan layak masuk bursa, baik itu perusahaan yang dikendalikan politisi maupun pengusaha lainnya. Persyaratan menjadi tersebut menjadi patokan.
Demikian tanggapan BEI terhadap maraknya IPO saham emiten yang dikendalikan politisi dalam dua bulan terakhir. “Setiap perusahaan yang memenuhi persyaratan dapat mencatatkan saham di BEI, sehingga tidak ada tekanan,” ungkap Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga
Emiten Pertama 2024, Asri Karya (ASLI) Targetkan Pendapatan Rp300 Miliar
Dia menambahkan, BEI sebagai penyelenggara dan penyedia sistem hingga sarana bagi perusahaan yang ingin mencatatkan saham tidak memiliki kapabilitas untuk menghambat dan memberikan kemudahan ekstra bagi para politisi pemilik perusahaan yang melakukan IPO. “Perusahaan yang memenuhi persyaratan silakan mencatatkan saham di bursa,” jelasnya.
Sedangkan investor yang berniat membeli IPO saham, Jeffrey berpesan untuk melakukan investasi secara rasional.
Hari ini, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), emiten yang dikendalikan politikus PDIP Herman Herry Adranacus, menuntaskan listing perdana saham. NICE berhasil mereaup dana IPO saham senilai Rp 532,78 miliar dengan harga pelaksanaan IPO Rp 438 per saham.
Pekan lalu juga telah digelar listing perdana saham emiten yang dikendalikan Sudjatmiko, Caleg (Calon Legislatif) DPR RI 2024 dari daerah pemilihan (dapil) VI Kota Bekasi - Kota Depok, yaitu PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI).
Baca Juga
IPO Saham Rampung, Janu Putra (AYAM) Langsung Beli Aset Rp 55 Miliar
Sebelum pencatatan saham ASLI, BEI telah terlebih dahulu mencatatkan saham PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) yang dikuasai Singgih Januratmoko, yaitu anggota DPR RI periode 2019-2024. Pada Pemilu 2024 Singgih Januratmoko kembali tercatat sebagai Caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Jawa Tengah V Nomor Urut 1.
Singgih Januratmoko bertindak sebagai pemegang sebanyak 3,136 miliar saham atau 78,40% saham AYAM. Perusahaan merupakan miten peternakan dan rumah potong ayam.

