Emiten Milik Politisi PDIP (NICE) Incar Produksi 2,5 Juta Ton Usai IPO
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan tambang nikel PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) yang dikendalikan oleh politikus PDIP Herman Herry Adranacus membidik target produksi sebesar 2,5 juta ton tahun 2024.
Presiden Direktur PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, Stevano Rizki Adranacus mengatakan, pada tahun 2023 Perseroan mencatat total produksi nikel sebesar 2 juta ton.
Dengan peningkatan produksi hingga 2,5 Juta ton tersebut, dia juga berharap bahwa laba bersih dan revenue dapat meningkat.
“Kami merencanakan setidaknya peningkatan 5%-10% dari bottom line,” jelasnya usai pencatatan perdana saham NICE di Mail Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/1/2024).
Dikutip dari prospektus, Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 378,5 miliar per Juni 2023, mengalami penurunan sebesar 11,51% yoy dari periode yang sama tahun 2022.
Baca Juga
Penurunan penjualan turun membuat laba bersih sebesar Perseroan turun 48,1% yoy menjadi Rp 40,54 miliar per Juni 2023. Pada periode Juni 2022 Perserian mencatat laba bersih Rp 78,12 miliar.
Pelemahan kinerja perseroan dinilai disebabkan oleh penurunan harga jual nikel sebesar 25,35% dibandingkan Juni 2022.
Manajemen NICE menjelaskan 95% revenue dikontribusi dari penjualan bijih nikel kepada smelter-smelter di Indonesia, sebagai bisnis utama mereka.
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa terdapat dana pemasukan lain dari pengelolaan pelabuhan yang melayani tambang-tambang pihak ketiga.
Baca Juga
Dari sisi eksplorasi sendiri, Stevano menyatakan bahwa Perseroan telah melakukan eksplorasi dari 70% tambang, sehingga ke depannya Perseroan akan lebih fokus melakukan peningkatan produksi dan perbaikan infrastruktur.
Adapun, pemasaran dilakukan secara domestik, dengan mengacu pada Permen ESDM yang menyebutkan bahwa tidak diperbolehkannya Perusahaan tambang melakukan ekspor mentah.
“Ada banyak smelter lokal Ada macam-macam ada di Indonesia Morowali Industrial Park Ada OSS Ada Virtue Dragon dan banyak,” paparnya.
Dihadiri Pejabat
Pencatatan saham NICE cukup menyita perhatian pelaku pasar karena kehadiran Sekretaris Kabinet yang juga politikus senior PDIP Pramono Anung. Dia turut menekan tombol seremoni pencatatan saham NICE di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/1/2024).
Kehadiran Pramono rupanya karena NICE merupakan perusahaan yang dikendalikan Politikus PDIP asal Ende Flores, Nusa Tenggara Timur, Herman Herry Adranacus.
Saat ini Herman tercatat sebagai Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II. Adapun Stevano Rizki Adranacus yang menjabat Direktur Utama NICE merupakan putra dari Herman.

