IHSG Sempat Anjlok ke Level 5.967, Faktor Ini ternyata Pemicu Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sebanyak 291 poin (4,65%) ke leve 5.967 pagi ini, Senin (24/3/2025). Penurunan tersebut akibat kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham kapitalisasi pasar (big cap) besar.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menilai koreksi yang terjadi pada IHSG masih sejalan proyeksi secara teknikal. Dari sisi lain koreksi IHSG juga tertekan oleh pergerakan mayoritas bursa Asia yang juga terkoreksi.
Baca Juga
Selain itu, dia mengatakan, penurunan indeks pagi ini terbebani penurunan saham emiten-emiten berkapitalisasi besar dan juga emiten konglomerasi, seperti emiten Prajogo Pangestu, emiten grup Agun Sedayu, hingga emiten BUMN.
“Dari sisi sentimen, penurunan dipengaruhi wait and see investor deadline kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang akan diterapkan 2 April 2025 mendatang dan RUPS emiten perbankan yang akan mulai dilaksanakan pekan ini, di sisi lain waktu perdagangan juga cenderung singkat dalam rangka libur lebaran,” kata Didit saat dihubungi investortrust.id Senin, (24/3/2025).
Sementara dari dalam negeri, Didit menilai, investor akan menanti akan pengumuman kepengurusan Danantara, di sisi lain terdapat pengumuman bahwa pemerintah resmi mengalihkan seluruh saham BUMN seri A ke dalam holding operasional Danantara sebagai bagian dari penyertaan modal. “Diperkirakan hal ini yang membuat masih besarnya tekanan outflow terhadap IHSG,” jelas dia.
Baca Juga
Merger EXCL dan FREN Segera Rampung, Kemenkomdigi: Spektrum 7,5 MHz Dikembalikan ke Negara
Di samping itu, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpandangan pelemahan IHSG disebabkan beberapa sentimen dan spekulasi pasar, di antaranya Penantian rilis struktur lengkap pengurus Danantara.
“Kami melihat ini mendorong spekulan pasar yang beraksi negatif di pasar, terlebih jika diisi dominasi yang bersifat politis,” ucapnya kepada investortrust.id Senin, (24/3/2025).
Baca Juga
Saham Big Cap Berguguran, IHSG Intraday Pagi Ini Anjlok lebih dari 2% dan Sebaliknya Saham HITS ARA
Audi juga berpadangan, menjelang libur bursa, aksi jual juga didorong oleh potensi peralihan cash, terlebih jika trader dengan ada kewajiban akan mengurangi alokasi dengan due date besok (25/3) agar terhindar interest berkepanjangan.
“Selain itu, saat libur (02/4) Trump akan mulai memberlakukan tarif sehingga mendorong volatilitas pasar. Selain itu, adapun sentimen menjelang RUPS, khususnya saham perbankan seiring dengan investor yang mencermati kebijakan dan dividen,” tuturnya.

