IHSG Terjeremab 2,5% Ytd, Faktor Ini Disebut Pemicu Utamanya
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tidak sesuai dengan harapan terhitung sejak awal tahun hingga hari ini. Bahkan, IHSG telah anjlok sebesar 2,5 year to date ke level 7.088,8 dan pemodal asing berbalik membukukan penjualan bersih (net sell) saham.
Seiring dengan koreksi tersebut, indeks saham IDX80 telah turun dalam mencapai 5,6% sepanjang ytd. Penurunan ini dipicu koreksi dalam saham-saham big caps, seperti perbankan yang mengalami penurunan hingga 5,7%.
Baca Juga
Meski Net Sell Berlanjut Rp 769,61 Miliar, Asing Terpantau mulai Masuk Saham Bank
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga bersamaan dengan penguatan nilai tukar dolar menjadi faktor utama penekan IHSG. Sedangkan dari sisi domestic, penurunan IHSG ini dipengaruhi aksi wait and see pemodal terhadap formasi cabinet pemerintahan baru.
“Jadi memang kalau kita lihat investor sedang wait and see moment,” jelas Head of Equity Research, Strategy, Consumer Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dalam acara Mandiri Macroeconomic Outlook, yang digelar daring, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Wall Street Menguat: Dow Jones Melaju di Atas 100 Poin, Nasdaq Catat Rekor Baru
Selain itu, terdapat ekspektasi penurunan suku bunga the Fed lebih lama dari perkiraan. “Delayed expectation penurunan The Fed menjadi pemicu, karena sebelumnya investor berharap rate cut bisa terjadi lebih awal. Tapi ekspektasi ini delay menjadi akhir tahun ataupun di awal tahun depan,” paparnya.
Sebagai catatan, Indeks harga saham gabungan(IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/5/2024), ditutup terkoreksi sebanyak 15,5 poin (0,22%) menjadi 7.083,76 dengan nilai transaksi Rp 10,33 triliun.
Grafik IHSG Ytd

