IHSG Hari Ini Ditutup Mendadak Berbalik Melemah, Aksi Ini Jadi Pemicu Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menembus rekor di atas 8.300, tepatnya level 8.317,075, pada perdagangan Selasa (4/11/2025).
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan. IHSG berbalik melemah hingga ditutup 33,17 poin atau (0,40%) ke posisi 8.241,91 akibat tekanan aksi ambil untung dan sentimen global.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Melemah 0,40%, Sebaliknya 4 Saham Cetak ARA Dipimpin CINT
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, koreksi IHSG pada sesi kedua terutama dipicu aksi profit taking setelah indeks mencetak ATH. Minimnya katalis positif dari data ekonomi domestik turut memperlemah daya dorong pasar.
“Sentimen negatif yang mempengaruhi pelemahan IHSG terjadi karena aksi profit taking. Selain itu, saat ini masih minim katalis positif dari indikator makroekonomi domestik,” ujar Nafan kepada investortrust.id, Selasa (4/11/2025).
Dari faktor eksternal, pasar juga tertekan ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika Serikat, termasuk isu government shutdown yang belum terselesaikan. Di sisi lain, kebijakan The Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Baca Juga
Waskita Karya Bukukan Rp 5,6 Triliun Kontrak Baru hingga Oktober 2025
“Dinamika The Fed dan kondisi sticky inflation membuat potensi penundaan kebijakan pelonggaran moneter. Rencana Fed’s rate cut yang awalnya diperkirakan Desember tahun ini kemungkinan mundur ke Januari tahun depan,” tambah Nafan.
Selain itu, ketegangan geopolitik global yang meningkat juga menyebabkan investor cenderung berhati-hati dan memilih aset lebih aman, sehingga tekanan jual di pasar saham semakin terasa.

