Saham Indomobil Multi (IMJS) Mendadak Melesat hingga ARA, Isu Ini Pemicu Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mendadak ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,72% menjadi Rp 194. Lompatan harga tersebut terdorong sentimen rencana penerbitan saham baru atau rights issue.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/3/2025), saham IMJS melesat Rp 50 (34,72%) menjadi Rp 194. Lompatan harga saham emiten yang dikendalikan PT Indomobil Sukses Makmur Tbk (IMAS) ini terjadi setelah manajemen IMJS merilis rencana PMHETD IV.
Baca Juga
Indomobil (IMAS) Jadi Distributor Tunggal Mobil Listrik Changan Asal China
Manajemen IMJS dalam pengumuman resmi di BEI hari ini menyebutkan bahwa perseroan berencana menggelar PMHETD IV dengan menerbitkan sebanyak 3 miliar saham baru dengan nominal Rp 200 per saham. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS yang akan digelar pada 14 April 2024.
“Dana yang diperoleh dari PMHMETD IV, setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta pengembangan usaha perseroan, baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak,” tulisnya dalam pengumuman resmi tersebut.
Indomobil Multi Jasa (IMJS) adalah anak usaha Indomobil yang bergerak di bidang jasa keuangan dan transportasi. Perseroan memiliki anak usaha Indomobil Finance Indonesia. Sedangkan IMAS bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan sebanyak 91,97% saham.
Baca Juga
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Indomobil Dirikan Anak Usaha
Hingga September 2024, IMJS mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 4,05 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,82 triliun. Sebaliknya laba bruto turun dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,57 triliun.
Laba operasi kemudian berbalik naik dari Rp 648,23 miliar menjadi Rp 739,30 miliar. Peningkatan tersebut dipicu atas penurunan beban umum dan admistrasi. Sedangkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 99,22 miliar menjadi Rp 102,14 miliar.

