IHSG Sempat Anjlok 5,65% ke Level 7.156, Ini Penyebab Utamanya
JAKARTA, investortust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat anjlok hingga lebih dari 5,65% menjadi 7.156,68 pagi ini, dibandingkan posisi terakhir pekan lalu 7.585,68.
Menurut Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, koreksi dari IHSG tersebut sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang terkoreksi.
Baca Juga
IHSG sempat Anjlok 5% di Awal Transaksi, Sentimen Global dan Risiko Fiskal Jadi Penekan
“Kami memperkirakan, adanya eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi sentimen,” ujar analis yang akrab disapa Didit tersebut kepada Investortrust, Senin (9/3/2026).
Dia menambahkan, harga minyak mentah terpantau menguat di atas US$ 100 per barel dan nilai tukar Rupiah sudah menembus level psikologisnya di Rp 17.009 per USD. D
“Dari sisi teknikal, kami sudah proyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya pada report teknikal pagi ini,” sambung Didit.
Baca Juga
Rupiah Sempat Tembus Rp 17.000 per US$, Terdesak Harga Minyak Dunia
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan, IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7,140-7,391 sebagai area koreksi berikutnya.
Namun menurut prediksi harian, Didit memperkirakan level support IHSG akan ditutup pada kisaran 7.311-7.391.
Pelemahan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, di antaranya sektor material dasar, energi, industry, konsumer non primer, sektor konsumer primer, property, keuangan, teknologi.

