Laba Anjlok 91%, Saham Amman Mineral (AMMN) Dibanting
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok dalam pada penutupan perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/12/2023). Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan laba bersih sebanyak 91% hingga September 2023.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham BEI sesi I, saham AMMN anjlok sebanyak Rp 1.275 (17,71%) menjadi Rp 5.925 dengan kapitalisasi pasar turun ke Rp 426,09 triliun. Saham emiten grup Salim, grup Medco, dan pengusaha Agoes Projosasmito sempat mencai level harga tertinggi intraday Rp 8.350 pada penutupan perdagangan saham kemarin.
Baca Juga
Market Cap Amman Mineral (AMMN) Akhirnya Salip Bank Mandiri (BMRI)
Tak hanya itu, kapitalisasi pasar (market cap) AMMN sempat menyalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di posisi kelima pada 28-29 November 2023. Saat harga ditutup level Rp 7.725, market cap AMMN melesat menjadi Rp 555,54 triliun atau menggeser BMRI senilai Rp 545,15 triliun.
Berdasarkan data, AMMN listing perdana di BEI pada 7 Juli 2023 dengan harga pelaksanaan Rp 1.695 per saham. Sejak listing perdana, saham AMMN konsisten menguat hingga mencapai level penututan tertinggi Rp 7.775 pada 29 November.
Penurunan dalam saham AMMN sejalan dengan anjloknya kinerja keuangan hingga September 2023. Berdasarkan publikai laporan keuangan, pendapatan perseroan tergerus 41,79% dari US$ 1,97 miliar menjadi US$ 1,15 miliar. Sedangkan laba kotor anjlok dari US$ 1,12 miliarn menjadi US$ 501,52 juta.
Baca Juga
Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban operasional dari US$ 75,05 juta menjadi US$ 90,40 juta. Hal tersebut menjadikan laba operasional anjlok dari US$ 1,04 miliar menjadi US$ 411,12 juta.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban keuangan dari US$ 103,27 juta menjadi US$ 136,01 juta. Beban lain naik dari US$ 87,38 juta menjadi US$ 116,98 juta. Hal tersebut menjadikan laba periode berjalan anjlok dari US$ 748,05 juta menjadi US$ 68,02 juta.
Baca Juga
MSOP Dituntaskan, Direksi Amman Mineral (AMMN) Kaya Mendadak
Laba periode berjalan perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tajam sebanyak 91% dari US$ 748,05 juta menjadi US$ 68,02 juta. Hal ini membuat laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 0,01135 menjadi US$ 0,00093.

