Akhirnya Profit Taking, Saham Amman Mineral (AMMN) Anjlok Besar
JAKARTA, Investortrust.id –Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ditutup anjlok untuk pertama kalinya setelah melesat terhitung sejak listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 7 Juli 2023.
Data BEI, Senin (18/9/20223), saham AMMN ditutup anjlok Rp 450 (8,04%) menjadi Rp 5.150. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.025-5.625. Sedangkan level tertinggi MBMA sepanjang masa Rp 5.825 pada penutupan perdagangan saham 14 September 2023.
Baca Juga
Meskipun harga saham terkena aksi ambil untung, Samuel Sekuritas Indonesia mematok target harga saham AMMN di level Rp 5.500. Sedangkan dibandingkan dengan harga IPO saham Rp 1.695 per saham pada 7 Juli 2023, penguatan tersebut telah mencapai 242,18%.
Amman Mineral dalam prospektus IPO saham yang diterbitkan beberapa bulan lalu menyebutkan bahwa perseroan mengembangkan dan membangun tambang Batu Hijau yang memproduksi konsentrat tembaga juga mengandung emas dan perak sejak tahun 2000.
Tahun 2016, perseroan mengakuissi 82,2% saham PT Newmont dengan pembayaran tunai US$ 1,47 miliar dan pembayaran kontinjensi US$ 658,39 juta, sehingga nama perseroan berumbah menjadi AMNT.
Baca Juga
Harga Wajar Tercapai, Saham Amman Mineral (AMMN) Direkomendasikan Hold
Perseroan menyebutkan bahwa penambangan bijih fase 8 akan dimulai pada 2025-2030 yang diharapkan berdampak positif terhadap lonjakan produksi tambang perseoran. Grup juga telah mengoptimalkan operasi penambangan, meningkatkan pr oduktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan pemulihan logam dibandingkan dengan operasi tambang Batu Hijau di bawah kepemilikan sebelumnya.
Amman Mineral menyebutkan bahwa AMNT memiliki cadangan bijih yang signifikan di tambang Batu Hijau meliputi tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam bijih yang belum ditambang dari tambang Batu Hijau, serta tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam stockpiles yang telah ditambang.

