Realisasi Laba Amman Mineral (AMMN) Lampaui Target, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, Investortrust.id – Performa keuangan dan operasional PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sepanjang semester I-2023 telah melampaui target. Apalagi terbuka peluang peningkatan volume produksi lebih pesat tahun ini.
Amman Mineral membukukan laba bersih senilai US$ 122,4 juta dan pendapatan senilai US$ 580,5 juta pada semester I-2023. Raihan laba tersebut setara dengan 82% atau melampaui target Mandiri Sekuritas dan merefleksikan 43% dari perkiraan consensus analis.
Baca Juga
Mandiri Sekuritas memprediksi kenaikan pendapatan Amman Mineral (AMMN) menjadi US$ 1,67 miliar tahun ini. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan mencapai US$ 150 juta sepanjang tahun ini. Target tersebut setara Degnan perkiraan peningkatan produksi tembaga menjadi 134 juta lbs dan emas mencapai 172 ribu oz.
“Realisasi performa keuangan dan operasional AMMN sepanjang semester I-2023 telah melampaui estimasi kami. Perseroan juga mengindikasikan target produksi lebih tinggi tahun ini. Begitu juga dengan operasional smelter terbaru dirpediksi sesuai target,” tulis analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto dalam riset yang diterbitkan hari ini.
Baca Juga
Biaya Membengkak, Target Harga Saham Merdeka Battery (MBMA) Dipangkas
Tak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Amman Mineral (AMMN) berhasil menunjukkan performa operasional yang baik dengan berhasil memproduksi sebanyak 18 juta ton bijih. Hal ini membuat perseroan berhasil memprdouksi tembaga sebanyak 134 juta lbs dan sebanyak 172 ribu oz emas.
Perseroan juga telah menunjukkan target produksi sebanyak 337 juta ton lbs dan 529 ribu oz tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan semula Mandiri Sekuritas. “Berdasarkan perhitungan setiap kenaikan volume produksi tembaga dan emas mencapai 10%, laba bersih dari tembanga dan emas bisa bertumbuh masing-masing 41,6% dan 27,6%,” terangnya.
Meski realisasi lampaui target, Mandiri Sekuritas menargetkan harga saham AMMN hanya level Rp 4.200. Harga tersebut berada di bawah harga penutupan akhir pekan lalu Rp 5.925. Target tersebut mempertimbangkan konstruksi smelter baru diprediksi mencapai progress di atas 70% sampai akhir tahun ini.

