Target Harga Saham Amman Mineral (AMMN) Sudah Tercapai, Bagaimana Selanjutnya?
JAKARTA, Investortrust.id – Penguatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mulai terhenti setelah sempat mencapai level penutupan tertinggi Rp 5.600. Lalu, masih adakah potensi pengutan lebih lanjut atas saham ini?
Analis Samuel Sekuritas Juan Harapan dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa Amman Mineral (AMMN) diyakini akan menjadi satu dari beberapa saham yang populer di bursa ke depan, karena memberikan cara baru untuk masuk ke industri tembaga.
Baca Juga
Sekali Auto Reject Atas, Saham Radiant (RUIS) Langsung Masuk UMA
Apalagi, terang dia, saat ini, eksposur industri tembaga di pasar saham Indonesia masih terbatas dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) satu-satunya pesaing AMMN di bidang tembaga yang melantai di bursa. Apalagi diperkirakan pasokan tembaga global tidak akan tumbuh signifikan dalam jangka panjang.
Minimnya pertumbuhan pasokan dipengarui beberapa faktor, cadangan yang menipis dan kadar bijih yang lebih rendah. Selain itu, rendahnya belanja modal untuk eksplorasi, gangguan cuaca, perubahan situasi politik, dan penundaan proyekproyek besar global dapat mengganggu aktivitas produksi.
Baca Juga
Sedangkan dari sisi permintaan, Juan mengatakan, tembaga akan berutmbuh pesat, seiring dengan beralihnya dunia dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Potensi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan dapat memicu lonjakan harga, sehingga prospek emiten tembaga cerah dalam jangka panjang.
Dari sisi korporat, dia mengatakan, AMMN menguasai tambang tembaga terbesar di dunia setelah tambang Grasberg milik Freeport. Selain itu, AMMN menjalankan tambang tembaga-emas dengan biaya tunai negatif, menempatkan AMMN di kuartil terbawah dalam daftarnya.
“Kami percaya ini akan memberi AMMN keunggulan dibandingkan pemain tembaga lainnya,” terangnya.
Baca Juga
Indocement (INTP) Mau Produksi Semen Ramah Lingkungan, Ini Strateginya
Namun demikian, dia mengatakan, penguatan harga saham AMMN dalam beberapa hari terakhir setelah listing perdana di BEI sudah melesat dengan kenaikan sebesar 224.5% sejak IPO saham. Sejumlah sentimen positif tersebut dinilai sudah terefleksi pada saham AMMN saat harganya melesat ke level Rp 5.500, sehingga saham ini direkomendasikan hold.
Dalam jangka panjang, dia mengatakan, AMMN tetap bisa jadi pilihan didukung posisi perseroan satu-satunya pemain proxy-tocopper murni yang terdaftar di BEI dan prospek jangka panjangnya yang kuat.
Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

