Bagikan

Harga Wajar Tercapai, Saham Amman Mineral (AMMN) Direkomendasikan Hold

JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dinilai sudah mencapai harga wajar. Sejak Initial Public Offering (IPO) saham perusahaan tambang tembaga ini telah mengalami kenaikan 224,5%.

Riset PT Samuel Sekuritas menyebutkan, harga saham AMMN yang bertengger di Rp 5.500 per lembar mengimplementasikan 27,4 kali P/E 2024F.

‘’Harga saham sudah berada di level wajar untuk itu kami memberikan rating Hold untuk AMMN,’’ demikian riset yang ditulis Juan Harahap dan Haikal Putra Samsul yang diterbitkan, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga

IHSG Dibuka Stagnan Level 6.963, Saham TFAS Lagi-lagi ARA

Kendati begitu, AMMN merupakan pilihan investasi menarik untuk jangka penjang. Samuel Sekuritas memaparkan dua faktor yang menjadi dasar yaitu:

AMMN merupakan satu-satunya pemain proxy-tocopper murni yang terdaftar di BEI. Tidak kalah penting, AMMN memiliki prospek jangka panjang yang kuat.

Baca Juga

Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Paling Murah Rp 586.964

Ada sejumlah faktor yang membuat AMMN dianggap punya prospek cerah, terutama permintaan tembaga akan mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan beralihnya dunia dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.

Pada sisi lain pasokan tembaga global tidak akan tumbuh signifikan dalam jangka panjang, terutama karena cadangan dunia yang menipis, dan kadar bijih yang lebih rendah.

‘’Potensi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang dapat menyebabkan lonjakan harga, meningkatkan optimisme kami terhadap prospek jangka panjang para pemain tembaga,’’ tuturnya.

Capex 2023 dan 2024

Terkait ekspansi, Sameual memperkirakan AMMN akan mengalokasikan anggaran belanja modal yang relatif tinggi pada tahun 2023 mencapai US$ 1,6 miliar dan US$ 1,1 miliar tahun 2024.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung proyek Combined Cycle Power Plant (CCPP), perluasan pabrik pengolahan, dan smelter.

“Pada 2025F, alokasi belanja modal perseroan mungkin tidak sebesar dua tahun sebelumnya, karena sebagian besar proyek diperkirakan sudah selesai pada 2025F,’’ tulisnya.

Untuk neraca, Samuel memproyeksikan neraca perusahaan akan tetap kuat meskipun ada belanja modal yang besar, dengan rasio net gearing sebesar 0.3x pada 2023F dan 2024F, karena AMMN telah mendapatkan dana untuk mendukung ekspansinya (yang akan diambil dari dana IPO).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024