Usai Laba Melorot 76,94%, Amman Mineral (AMMN) Ungkap Strategi di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 76,94% menjadi US$ 252,14 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,11 miliar.
Manajemen dalam rilis kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (27/3/2024) menyebutkan, penurunan tersebut sejalan dengan anjloknya penjualan bersih perseroan dari US$ 2,83 miliar menjadi US$ 2,03 miliar. Laba operasional anjlok dari US$ 1,52 miliar menjadi US$ 767,22 juta.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Progress Pembangunan Dua Smelter
“Kami menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2023, seperti cuaca buruk, perubahan peraturan, dan peningkatan biaya kepatuhan. Meski demikian kami berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi emas dan tembaga tambang Batu Hijau,” tulis Dirut AMMN Alexander Ramlie dalam penjelasan resminya di Jakarta, hari ini.
Tak hanya itu, dia mengatakan, perseroan menunjukkan pertumbuhan mengesankan pada kuartal akhir 2023. Penjualan dan EBITDA melesat 55% dan 60% pada kuartal terakhir, dibandingka kuartal sebelumnya. “Jika penjualan bersih kuartal IV-2023 disetahunkan, maka penjualan bersih AMMN akan melampaui realisasi tahun 2022,” terangnya.
Selain penurunan pendapatan, perseroan mengungkapkan bahwa penurunan laba bersih dipicu atas peningkatan bea ekspor baru sebesar 10% dan kewajiban bagi hasil sebesar 10%. “Ini merupakan tahun yang berat, namun kami mencapai kemajuan signifikan pada kuartal IV 2023,” tulisnya.
Baca Juga
Penurunan juga dipengaruhi atas pelemahan volume produksi dan penjualan tembaga hingga emas perseroan tahun lalu. AMMN mencatatkan penurunan produksi konsentrat sebanyak 32% menjadi 541 ribu metrik ton kering. Penjualan konsentrat juga turun 32% menjadi 548,31 ribu metrik ton.
Begitu juga dengan volume penjualan tembaga turun 33% menjadi 304 juta pon dan penjualan emas turun 35% menjadi 455 kilo ons. Sebaliknya harga tembaga naik 6% dan harga emas meningkat sebanyak 12% sepanjang tahun lalu.
Target 2024
Terkait proyeksi kinerja operasional tahun 2024, Alexander Ramlie mengatakan, perseroan menargetkan peningkatan produksi tembaga dan emas masing-masing menjadi 456 juta pon dan 1.009 kilo ons.
“Kami memperkirakan produksi 833 ribu metrik ton konsentrat kering tahun ini dengan perkiraa mengandung 456 juta pon tembaga,” terangnya.
Baca Juga
Umumkan Lompatan Laba 101%, Saham Citra Buana (CBPE) Langsung ARA
Perseroan juga mengalokasikan belanja modal senilai US$ 2 miliar tahun ini dengan perincian anggaran pembangunan smelter US$ 415 juta, pembangunan PLTGU, LNG, dan fasilitas T&D senilai US$ 438 juta, ekspansi pabrik kosentrator US$ 530 juta, infrastruktur pendukung US$ 205 juta, desain ulang ekspansi pabrik konsentrator US$ 114 juta, dan sustaining capex US$ 303 juta.
Amman Mineral (AMMN) merupakan produsen tembaga dan emas terbesar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan melalui anak usahanya memiliki dan mengoperasikan tambang Batu Hijau, yaitu tambang tembaga-emas terbesar kedua di Idnoensia.
Perseroan juga tengah membangun fasilitas smelter tembaga dan PMR dengan target pengoperasionan tahun 2024. “Apabila smelter dan PMR tuntas, perseroan akan menjadi perusahaan pertambangan hingga peleburan terintegrasi penuh yang dekat dengan pasar utama Asia,” terangnya.

