IHSG Cenderung Bergerak Konsolidasi Hari Ini, Dua Saham Ini Jadi Pilihan
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/3/2025), berpeluang bergerak konsolidasi dalam rentang 6.222-6.463. Secara jangka panjang, tren pergerakan masih bearish.
BRI Danareksa Sekuritas dalam komentar pasar pagi ini menyebutkan bahwa meski mengalami kenaikan signfikikan kemarin, IHSG masih dalam trend bearish untuk jangka panjang. Penguatan kemarin juga membuka peluang indeks bergerak konsolidasi hari ini.
Baca Juga
Green Power (LABA) Ungkap Aksi Korporasi Besar hingga Aksi Pengendali Ini
Laju IHSG juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones melesat 0,92%. Kenaikan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1,08% dan indeks Nasdaq sebanyak 1,41%. Kenaikan juga melanda mayoritas bursa saham Eropa.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham SCMA dengan target harga Rp 210-230 dan BUKA dengan target harga Rp 143-152. Sebaliknya saham CMRY dan MEDC direkomendasikan jual hari ini.
IHSG kemarin ditutup rebound sebanyak 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66 dengan net sell saham masih berlanjut Rp 910,34 miliar.Net sell terbanyak kembali melanda saham perbankan berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 540,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 254,39 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 176,53 miliar.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Rebound indeks tersebut kian membesar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini yang akan diterapkan selama enam bulan tersebut telah berlaku mulai kemarin.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Secara sectoral, saham sektor teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan 9,59%, sektor energi 1,66%, sektor material dasar 1,18%, sektor industry 0,55%, sektor property 0,92%, dan sektor infrastruktur 0,92%. Satu-satunya sektor saham turun adalah consumer primer 0,12%.
Di tengah penguatan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga paling kuat PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 25% menjadi Rp 490, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 20,59% menjadi Rp 615, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 18,33% menjadi Rp 71, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 17,53% menjadi Rp 114.

