IHSG Cenderung Bergerak Konsolidasi Dikisaran Level 7.150-7.200
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi bergerak konsolidasi dikisaran level 7.150-7.200 pada hari ini Jumat, (9/8/2024).
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah ke level 7.195,121 (0,23%) pada perdagangan Kamis (8/8/2024).
Mengutip riset harian Phintraco Sekuritas, secara teknikal, terdapat penyempitan negative slope pada indikator MACD, serta indikator Stochastic RSI sedang mengalami Golden Cross yang mengindikasikan potensi penguatan.
“Namun, saat ini IHSG belum mampu bertahan di atas level 7.200,” tulis riset tersebut.
Sementara itu, pasar mengantisipasi beberapa rilis data ekonomi Amerika diantaranya Initial Jobless Claims pekan lalu dan Wholesales Inventories bulan Juni.
Baca Juga
“Pasar memperkirakan Initial Jobless Claims Amerika pekan lalu mengalami penurunan menjadi 240k dari 249k di pekan sebelumnya. Perkiraan ini mengindikasikan adanya potensi perbaikan pada sektor tenaga kerja di Amerika setelah mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir,” paparnya.
Sementara Wholesales Inventories Amerika di bulan Juni 2024 diperkirakan turun menjadi 0,2% secara bulanan dari 0,6% di Mei 2024.
Selain itu, rilis data tingkat inflasi final Juli 2024 di Jerman juga diantisipasi pasar dan diperkirakan naik menjadi 2,3% secara tahunan dari 2,2% di Juni 2024.
Dari regional, China dijadwalkan rilis tingkat Inflasi bulan Juli 2024 pada Jumat (9/8) di mana pasar memperkirakan tingkat Inflasi di China naik menjadi 0,3% secara tahunan di Juli 2024 dari 0,2% di Juni 2024.
Baca Juga
Klaim Pengangguran AS Turun, Padahal Pasar Tenaga Kerja Melemah. Kok Bisa?
Perkiraan ini dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap outlook pemulihan ekonomi China di semester II-2024.
Sementara dari domestik, pasar menantikan rilis data penjualan ritel di Juni 2024 yang dijadwalkan rilis pada Jumat (9/8) dan diperkirakan meningkat seiring dengan peningkatan pada keyakinan konsumen terhadap ekonomi Indonesia.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), Panin Financial Tbk (PNLF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

