IHSG Sesi I Rebound 61 Poin, Saham Big Cap Naik Dipimpin DCII
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (19/3/2025), ditutup melesat sebanyak 61,08 poin (0,98%) menjadi 6.284,47. Pergerakan indeks dalam rentang 6.147-6.304 dengan nilai transaksi Rp 5,48 triliun.
Penguatan indeks tersebut terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini akan diterapkan selama enam bulan.
Kenaikan indeks tersebut ditopang rebound sejumlah saham emiten big cap, seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII) akhirnya torehkan kenaikan auto reject atas (ARA) sebanyak 19,99% menjadi Rp 138.950. Sebagaimana diketahui saham data center ini terjerembab hingga ARB dalam tiga hari transksi lalu.
Baca Juga
Emiten ‘Buyback’ Saham Tanpa RUPS Diberlakukan, OJK Ungkap Pertimbangan Ini
Penguatan indeks juga terdorong penguatan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Begitu juga dengan saham emiten Sinarmas, yaitu DSSA ikut melesat.
Sedangkan dari sisi sektor, saham sektor teknologi jadi motor utama penggerak setelah naik 9,10%, disusul sektor energi 1,29%, sektor infrastruktur 0,77%, sektor property 0,87%, sektor material dasar 0,61%, dan sektor keuangan 0,21%.
Adapun daftar saham dengan kenaikan tertinggi sesi I, yaitu saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 22,96% menjadi Rp 482, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 22,50% menjadi Rp 294, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 21,67% menjadi Rp 73, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 17,66% menjadi Rp 600, dan PT Indointernet Tbk (EDGE) naik 15,18% menjadi Rp 4.780.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Bisi International Tbk (BISI), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup anjlok 248 poin (3,84%) menjadi 6.223 dengan penjualan bersih (net sell) bernilai Rp 2,48 triliun. IHSG kemarin juga sempat mengalami trading halt selama 30 menit, bahkan sempat anjlok lebih dari 7% menjadi 6.011.
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.

