IHSG Dibuka Melesat 1,34% Terdorong Penguatan Saham Big Cap Dipimpin DCII
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/3/2025), dibuka melesat dengan kenaikan 85 poin (1,34%) menjadi 6.395. Penguatan ditopang kenaikan mayoritas saham big cap.
Penaikan tertinggi ditopang saham sektor teknologi sebanyak 7,77%, sektor materal dasar 1,39%, sektor energi 1,05%, sektor keuangan 0,59%, sektor consumer primer 0,68%, dan sektor infrastruktur 0,44%.
Sejumlah saham penopang utama lompatan indeks tersebut berasal dari saham DCII melesat dekat ARA. Kenaikan juga didorong saham emiten Prajogo Pangestu, BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT. Penguatan juga didukung empat saham bank papan atas BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), PT Satria Mega Kencana TbK (SOTS), dan PT Lion Metal Works tbk (LION).
Kemarin, IHSG rebound sebanyak 88,27 poin (1,42%) menjadi 6.311,66 dengan net sell saham masih berlanjut Rp 910,34 miliar.Net sell terbanyak kembali melanda saham perbankan berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 540,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 254,39 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 176,53 miliar.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan pesat saham big cap, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO. Penguatan juga didukung kenaikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA). Penguatan juga terdorong kenaikan tipis saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.
Rebound indeks tersebut kian membesar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan emiten menggelar pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebikan ini yang akan diterapkan selama enam bulan tersebut telah berlaku mulai kemarin.
Baca Juga
Target Harga Saham Summarecon (SMRA) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
Secara sectoral, saham sektor teknologi menjadi penopang utama dengan kenaikan 9,59%, sektor energi 1,66%, sektor material dasar 1,18%, sektor industry 0,55%, sektor property 0,92%, dan sektor infrastruktur 0,92%. Satu-satunya sektor saham turun adalah consumer primer 0,12%.
Di tengah penguatan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga paling kuat PT Lion Metal Works Tbk (LION) terbang 25% menjadi Rp 490, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) naik 24,17% menjadi Rp 298, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 20,59% menjadi Rp 615, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 18,33% menjadi Rp 71, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 17,53% menjadi Rp 114.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Bisi International Tbk (BISI), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).

