IHSG Terbang 3,77% Terdorong Seluruh Saham Big Cap Dipimpin BBRI dan TPIA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (3/3/2025), melesat sebanyak 236 poin (3,77%) menjadi 6.506. IHSG bergerak dalam rentang 6.269-6.512 dengan nilai transaksi Rp 7,38 triliun.
Penguatan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, yaitu saham saham sektor material dasar 4,42%, sektor keuangan 3%, sektor consumer non primer 2,67%, sektor industry 2,14%, sektor energi 2,68%, sektor consumer primer 1,48%, dan sektor property 1,77%. Sedangkan penguatan terendah dicatatkan saham kesehatan 0,98%.
Baca Juga
Lompatan tersebut didukung penguatan seluruh saham emiten kapitalisasi pasar besar atau big cap, yaitu saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 12,69% menjadi Rp 7.550, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 8,04% menjadi Rp 3.630, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,45% menjadi Rp 8.800, dan PT Bank MandiriT bk (BMRI) naik 6,09% menjadi Rp 4.880, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 5,31% menjadi Rp 6.450, and PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 2,59% menjadi Rp 19.775.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (VICO), PT Indai Aluminium Industry Tbk (INAI), PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO).
IHSG pada perdagangan hari terakhir pekan lalu atau Jumat ditutup terjerembab sebanyak 214,85 poin (3,31%) menjadi 6.270,60. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,91 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 879,31 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 522,41 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 382,90 miliar.
Baca Juga
Pelemahan indeks dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 5,55%, sektor infrastruktur 3,77%, sektor transportasi 3,41%, sektor energi turun 3,59%, sektor consumer primer turun 3,32%, sektor keuangan anjlok 3,09%, sekktor industry 2,51%, sektor property 1,85%, dan penurunan terendah dicatatkan saham sektor teknologi 1,26%.
Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham top 10 market cap atau big cap, seperti BBCA turun 1,17% menjadi Rp 8.425, BREN turun 1,21% menjadi Rp 6.125, TPIA anjlok 11,25% menjadi Rp 6.700, BBRI anjlok 7,44% menjadi Rp 3.360, AMMN melemah 5,07% menjadi Rp 6.550, BMRI turun 1,29% menjadi Rp 4.600, DSSA turun 5% menjadi Rp 30.875, dan TLKM turun 5,62% menjadi Rp 2.350. Satu-satunya yang naik hanya saham AMMN dan saham DCII tengah disuspensi.

