IHSG Sesi Rebound 0,73% Terdorong Saham Big Cap Dipimpin AMMN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (17/6/2025), dibuka melonjak sebanyak 51,91 poin (0,73%) menjadi 7.165,50. Pergerakan intraday 7.117-7.181 dengan nilai transaksi Rp 6,43 triliun.
Penguatan harga tersebut ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham AMMN naik 6,60% menjadi Rp 8.075, BBCA naik 1,96% menjadi Rp 9.100, TPIA naik 4,29% menjadi Rp 10.325, MLPT naik 9,68% menjadi Rp 35.700, dan MBSS naik 25% menjadi Rp 2.850.
Baca Juga
Danantara dan INA Bakal Guyur Investasi Rp 13 Triliun ke Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA)
Secara sectoral, penguatan tertinggi didukung kenaikan sektor material dasar 1,54%, sektor consumer primer naik 1,62%, sektor transportasi naik 1%, sektor infrastruktur 0,79%, sektor keuangan 0,66%, dan sektor property 0,42%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi, industry, dan kesehatan.
Adapun saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan tiga saham berhasil auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,81% menjadi Rp 182, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik 25% menjadi Rp 2.850, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 24,66% menjadi Rp 910.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT MNCL Land Tbk (KPIG) sebanyak 15,28% menjadi Rp 166 dan PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menguat 11,76% menjadi Rp 114. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham OBAT melemah 13,90% menjadi Rp 452, KOPI turun 13,71% menjadi Rp 535, SMIL turun 13,18% menjadi Rp 191, SPRE turun 9,88% menjadi Rp 146, dan KARW melemah 1,62% menjadi Rp 1.080.
Baca Juga
Saham Mitabahtera (MBSS) Melesat 94,53% Tiga Hari Beruntun, Begini Kabar Terbarunya
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 48,47 poin (0,68%) menjadi 7.117 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 143,12 miliar oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham BRMS, BBCA, dan ANTM.
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 1,37%, sektor consumer primer 1,57%, consumer non primer 0,88%, sektor keuangan 0,63%, sektor teknologi 0,57%, dan sektor industry 0,52%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, kesehatan, dan infrastruktur.
Di tengah penurunan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga pesat, yaitu saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,59% menjadi Rp 2.280 dan PT Destansi Tirta Nusantara Tbk (PDES) melesat 24,02% menjadi Rp 444.

