IHSG Berbalik ke Zona Merah Memasuki Menit ke-10, Tercuan Ditorehkan MINE
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3/2025), dibuka sempat menguat 42 poin hingga ke level 6.707, namun memasuki menit ke-10 terjadi pembalikan arah hingga akhirnya terkoreksi sebanyak 20 poin (0,30%) menjadi 6.643.
Pelemahan tersebut dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor industry, sektor keuangan, infrastruktur, property, dan energi. Sebaliknya saham sektor kesehatan, consumer non primer, dan teknologi naik.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Sukses Bawa Begawan Apartment Menjadi Student Residence Teratas di Malang
Meski IHSG melemah, sejumlah saham torehkan penguatan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) kembali melesat hingga ARA hari keempat setelah listing dengan kenaikan 25% menjadi Rp 525. Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 16,22% menjadi Rp 855 dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 14% menjadi Rp 1.355.
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), dan PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART).
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 119,19 poin (1,82%) menjadi 6.665 dan pemodal asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) setelah berminggu-minggu net sell. Net buy mencapai Rp 148,58 miliar melanda saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 107,77 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 107,25 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,03 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor teknologi 5,51%, sektor keuangan 1,12%, sektor consumer non primer 1,30%, sektor consumer primer 0,82%, dan sektor energi 0,81%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property 0,78%.
Baca Juga
Emiten Prajogo (CUAN) Borong 71,41 Juta Saham Petrosea (PTRO) dalam Dua Pekan, Nilainya Jumbo
Penguatan indeks terbantu berkat lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 9,99% menjadi Rp 205.600. Menjadikan kapitalisasi pasar saham Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ini lebih dari Rp 480 triliun atau terbesar keenam di BEI. Penguatan juga terdorong saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melesat sebanyak 11,45% menjadi Rp 38.200.
Di tengah lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% menjadi Rp 420, saham PT Reliance Sekuritas Indoensia Tbk (RELI) naik 24,43% menjadi Rp 550, dan PT Dana Brata Luhut Tbk (TEBE) naik 24,37% menjadi Rp 740.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) sebanyak 18,67% menjadi Rp 178 dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) sebanyak 20,27% menjadi Rp 1.780.

