Prospek Saham 4 Bank Papan Atas, Ternyata Bank Ini Bisa Kasih Cuan Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – Saham bank papan atas dinilai masih berpotensi menguat di masa datang, seiring kondisi fundamental yang relatif solid per Agustus 2023. Kinerja kuat sektor perbankan diyakini akan terjaga hingga akhir tahun ini.
Untuk itu Tim Riset PT Samuel Sekuritas mempertahankan rating overweight untuk sektor perbankan. Adapun saham bank yang menjadi rekomendasi beli Samuel Sekuritas terdiri dari: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target price Rp 7.000/saham).
Baca Juga
Transaksi Rampung, Adira Dinamika (ADMF) Pegang 9,83% Saham Home Credit
Kemudian saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target Rp 11.500, Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) target Rp 6.000 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target Rp 10.500.
“Kami memilih BMRI sebagai top pick kami, terutama karena coverage yang memadai, kemudian pertumbuhan kredit yang kuat yang dibarengi peningkatan kualitas aset, dan meningkatnya net interest margin (NIM) dengan dukunga CASA yang kuat,” tulis Analis PT Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi dan Brandon Boedhiman dalam riset yang diterbitkan, Selesa (3/10/2023).
Baca Juga
Kendati begitu, Analis Samuel Sekuritas mengingat adanya potensi risiko tidak tercapainya target saham bank diantaranya: pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan, pertumbuhan kredit dan NIM yang lebih lemah dari perkiraan, dan kenaikan biaya kredit.
Dari riset Samuel, sektor perbankan berhasil mengoleksi laba bersih gabungan (bank only) Rp 120 triliun, tumbuh 17,1% secara yeor on year (YoY).
Dikatakan, pertumbuhan laba yang positif terutama didorong oleh penurunan biaya provisi menjadi Rp 36,9 triliun (-16,1% YoY). Rata-rata pendapatan bunga bersih (NII) naik 6.5% YoY, didukung oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 10,7% pada Agustus 2023.
Sementara NIM bank dipantau tetap stagnan di angka 5,08%. Bank-bank tersebut membukukan angka kredit gabungan sebesar IDR 4.083 triliun, tumbuh tipis 1% dibanding bulan Juli 2023 (MoM), sedangkan secara tahunan (yoy) tumbuh 10,7% per Agustus 2023.
“Perlu dicatat bahwa likuiditas perbankan Indonesia masih tetap memadai, dengan angka loan o deposit ratio (LDR) gabungan sebesar 83,9% pada Agustus 2023 (Juli: 83,5%, Agustus 2022sebesar 81,8%), didukung angka simpanan yang mencapai Rp 4.866 triliun atau tumbuh 0,4% MoM, dan naik 8% YoY,” imbuh mereka.
Khusus net interest income (NII) BBNI dikatakan turun sebesar 13,5% MoM karena high base effect di bulan sebelumnya akibat pendapatan bunga dari pembayaran sebagian fasilitas pinjaman yang dilakukan debitur loan at risk (LAR).
“Namun, bank-bank yang kami pantau tersebut mampu mempertahankan momentum pertumbuhan kredit pada Agustus 2023,” ulas Tim Riset Samuel Sekuritas.

