Saham Bank Papan Atas Kembali Terbang, Ternyata Target Harga masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham emiten bank papan atas menunjukkan penguatan mengesankan di awal tahun ini. Bahkan, keempat saham bank tersebut berhasil mencatatkan level tertinggi baru sepanjang masa.
Keempat saham bank tersebut terdiri atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Baca Juga
Meski harga telah menguat tajam, BRI Danareksa Sekuritas dalam analisa terakhir menyebutkan, peluang pertumbuhan laba emiten perbankan diprediksi berlanjut tahun ini, meski tingkat pertumbuhan lebih rendah berkisar 8,7% tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun lalu 21,6%.
“Kami tetap mempertahankan peringkat overweight saham emiten perbankan didukung outlook makro ekonomi yang lebih baik dan peluang pemangkasan tingkat suku bunga,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Di tengah kondisi ini, BRI Danareksa Sekuritas, menempatkan saham BBCA dan BMRI sebagai pilihan teratas untuk saham emiten perbankan. BBCA dan BMRI didukung likuiditas tinggi, CASA kuat, dan terbuka peluang kenaikan ROE.
Baca Juga
Berlanjut! Empat Bank Papan Atas Ini Cetak ATH di Awal Transaksi
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.100, saham BMRI direkomendasikan buy dengan target harga Rp 7.300, dan saham BBNI direkomendasikan buy dengan target harga Rp 7.100.
Terkait dampak gagal bayar utang PT Wasktia Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terhadap performa emiten bank pelat merah, BRI Danareksa Skeuritas, rasio provisi kredit yang dikucurkan BBRI, BMRI, dan BBNI kepada BUMN Karya sudah tinggi, sehingga dampaknya hanya minimal terhadap perseroan. Apalagi rasio provisi hampir seluruh bank papan atas sudah tergolong tinggi.
Target Harga Saham Bank Papan Atas
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

