Meski IHSG Turun, Asing justru Borong Saham Bank Papan Atas hingga Saham Emiten Prajogo Ini
JAKARTA, investortrust.id – Meski investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sepanjang hari ini, Selasa (11/3/2025), bernilai Rp 332,33 miliar, lima saham ini justru diborong. Bahkan, dua saham bank besar hingga emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini mulai diakumulasi.
Berdasarkan data BEI, lima saham dengan net buy terbesar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 181,91 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 88,75 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 39,09 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini, Rp 20,60 miliar, dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) Rp 17,89 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan torehkan penjualan bersih, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 117,86 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 111,58 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 52,59 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 51,40 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 37,48 miliar.
Saat asing catatkan net sell saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/3/2025), ditututup anjlok 52,36 poin (0,79%) menjadi 6.545,85. Pergerakannya dalam rentang 6.499-6.598 dengan nilai transaksi Rp 8,18 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 2,97%, sektor consumer primer 2,86%, sektor senergi 1,49%, sektor consumer non primer 2,16%, dan sektor property 1,40%. Satu-satunya sektor saham yang tetap cerah teknologi menguat 4,01% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melesat nyaris 10% senilai Rp 16.975 menjadi Rp 186.925.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sanuhasta Mtira Tbk (MINA) naik 34,39% menjadi Rp 254, saham emiten yang listing di BEI kemarin PT Sinar Terang MandiriT bk (MINE) melesat 24,44% menjadi Rp 336, dan saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) sebanyak 24,86% menjadi Rp 442.
Baca Juga
Pertamina Targetkan Produksi Minyak di 2025 Tumbuh 4%, Gas 3%
Kenaikan juga melanda saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 22,67%% menjadi Rp 4.600 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 9,99% menjadi Rp 186.925.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).
IHSG Kemarin ditutup melemah sebanyak 37,79 poin (0,57%) hingga kembali ke level 6.598 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 843,42 miliar, yaitu saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 397,63 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 84,34 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 69,60 miliar.
Koreksi kemarin dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,24%, sektor kesehata 1,82%, sektor keuangan 0,60%, sektor property 0,82%, sektor infrastruktur 0,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 5,32% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) lanjutkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 169.950.

