Saat IHSG Anjlok, Asing Justru Borong Tiga Saham Bank Papan Atas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 383,19 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/12/2023), ditutup anjlok 71,47 poin (0,99%) menjadi 7.119,52.
Net buy terbanyak melanda ketiga saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 318,28 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 89,60 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 78,51 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 67,28 miliar, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 49,22 miliar.
Baca Juga
Saham TPIA dan CUAN Melesat ke Level Tertinggi Baru, BRPT dan BREN Kok Malah Anjlok?
Sebaliknya net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Temas Tbk (TMAS) senilai Rp 54,23 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 46,46 miliar, PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) Rp 46,23 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,43 miliar, dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) Rp 34,81 miliar.
Terkait koreksi IHSG hari ini dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor sektor infrastruktur 2,61%, sektor teknologi 2,13%, sektor transportasi 1,55%, sektor keuangan 1,07%, dan sektor konsumer non primer 1,48%.
Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,48%, sektor properti 0,24%, dan saham sektor konsumer primer 0,12%.
Baca Juga
Citi: Butuh US$125 Triliun untuk Skenario Net Zero Emission di 2050
Meski IHSG terkoreksi, dua saham kesehatan ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp 250 (24,63%) menjadi Rp 1.265 dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik Rp 135 (24,55%) menjadi Rp 685.
Penguatan juga melanda saham PT Phapros Tbk (PEHA) naik Rp 90 (15,52%) menjadi Rp 670, saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) naik Rp 22 (14,97%) menjadi Rp 169, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik Rp 30 (11,63%) menjadi Rp 288.

