Saat IHSG Anjlok, Pemodal Asing Justru Borong Tiga Saham Bank Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/10/2023), ditutup anjlok sebanyak 54,31 poin (0,78%) ke level 6.886,58, pemodal asing justru membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 202,83 miliar.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 268,17 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 117,34 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 114,83 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 76,10 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 75,44 miliar.
Baca Juga
IFC Bersiap Masuk, Saham GOTO Berakhir di Level Terendah Baru Sepanjang Masa
Sebaliknya net sell terbanyak melanda kelima saham ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 294,58 miliar, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Rp 108,49 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 97,72 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 23,86 miliar, dan PT PIK2 Tbk (PANI) Rp 17,72 miliar.
Saat IHSG anjlok sepanjang hari ini, keempat saham ini justru menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik Rp 28 (34,57%) menjadi Rp 109.
Baca Juga
CPO Memang Lesu, Tapi Tiga Saham Ini Masih Dijagokan, Berikut Daftarnya
Penguatan harga hingga ARA juga melanda saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 720 (25%) menjadi Rp 3.600, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) melesat Rp 94 (24,61%) menjadi Rp 476, dan PT Sekar Laut Tbk (SKLT) melesat Rp 910 (24,86%) menjadi Rp 4.570.
Adapun daftar saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Victoria Insurance Tbk (VINS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Sumer Mas Konstruksi Tbk (SMKM).

