IHSG Ditutup Naik 60 Poin Ditopang Ketangguhan Saham Emiten Prajogo dan Bank Papan Atas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/6/2024), ditutup naik 60,66 poin (0,89%) menjadi 6.879,98. Meski demikian rebound ini lebih rendah dari sesi I dengan kenaikan 113,77 poin (1,67%) menjadi 6.933,09.
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah saham-saham berkapitalisasi pasar besar, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu dan saham empat emiten bank papan atas.
Baca Juga
Sepekan, Prajogo Raup Cuan Rp 100 Miliar dari Borong Saham Barito Renewables (BREN)
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham BEI, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat Rp 650 (7,69%) menjadi Rp 9.100 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik tipis Rp 25 (0,29%) menjadi Rp 8.625.
Lompatan harga juga ditopang saham empat bank papan atas ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp 170 (3,98%) menjadi Rp 4.440, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 175 (2,94%) menjadi Rp 6.125, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp 140 (3,18%) menjadi Rp 4.540, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp 175 (1,86%) menjadi Rp 9.600.
Sebaliknya penahan lompatan indeks hari ini datang dari penurunan drastic saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencapai Rp 775 (6,58%) menjadi Rp 11.000 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terhempas Rp 2.625 (14,75%) menjadi Rp 15.175.
Secara sectoral, saham sektor infrastruktur 2,84%, sektor keuangan menguat 1,78%, sektor transportasi 1,73%, sektor kesehatan 1,41%, dan sektor teknologi 0,65%.
Baca Juga
Umumkan Dividen, Saham Pulau Subur (PTPS) justru Babak Belur
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS), PT Gowa Makassar Toursim Development Tbk (GMTD), PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP).
Kemarin, IHSG ditutup melesat 92,4 poin (1,37%) menjadi 6.819,32. Namun demikian, pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 100,52 miliar.
Grafik IHSG
