Bitcoin Berpotensi Raup Keuntungan dari Dorongan Dominasi Stablecoin AS
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin serius dalam mempertahankan dominasi dolar AS di pasar global melalui adopsi stablecoin, menjadi langkah yang secara tidak langsung dapat menguntungkan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional potensial.
Dalam KTT Kripto Gedung Putih pada 7 Maret 2025, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump akan memastikan dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan dunia dengan mengadopsi stablecoin.
“Kami akan mempertimbangkan secara matang rezim stablecoin, dan seperti yang diarahkan oleh Presiden Trump, kami akan mempertahankan dolar AS sebagai mata uang cadangan yang dominan di dunia,” ujarnya, dilansir dari Cointelegraph, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga
Selain itu, Bessent juga mengkonfirmasi bahwa pemerintahan Trump akan mengakhiri kebijakan anti kripto yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintah AS. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mencabut regulasi pajak IRS terhadap aset kripto yang dinilai membebani industri.
Sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan Bitcoin digunakan sebagai aset cadangan dari aset kripto yang disita dalam kasus pidana. Meskipun tak secara langsung mengarah ke pembelian Bitcoin oleh pemerintah federal, langkah ini menandai perubahan signifikan dalam cara pemerintah AS memandang aset kripto.
Manajer umum di platform blockchain Gems Trade Omri Hanover mengatakan, kebijakan Trump yang pro stablecoin dan Bitcoin dapat memperkuat dominasi keuangan AS di dunia.
“Jika kebijakan Trump memperkuat dominasi keuangan AS, keengganan Eropa dan pendekatan wait and see mereka bisa melemahkan pengaruh ekonomi mereka sendiri,” katanya.
Baca Juga
Gelombang Likuidasi Kripto Hapus Dana Rp 10 Triliun, Bitcoin Jadi Biang Keroknya?
Dukungan AS terhadap stablecoin dan regulasi yang lebih jelas untuk industri kripto dapat mempercepat adopsi institusional Bitcoin, sementara Uni Eropa yang lebih fokus pada kepatuhan regulasi berisiko kehilangan aliran modal ke pasar AS.

