Dua Raksasa Teknologi China Usulkan Stablecoin Berbasis Yuan untuk Tantang Dominasi Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dua raksasa teknologi China, JD.com dan Ant Group, menggandeng Bank Rakyat China atau People’s Bank of China (PBOC) untuk mengusulkan penerbitan stablecoin berbasis renminbi (RMB) atau Chinese Yuan (CNY).
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi mata uang China dalam transaksi internasional dan menjadi alternatif strategis terhadap dominasi stablecoin berbasis dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong internasionalisasi RMB melalui teknologi blockchain. JD.com dan Ant Group menilai urgensi pengembangan stablecoin RMB untuk mendorong efisiensi pembayaran lintas batas dan peningkatan daya saing yuan secara global.
“Jika pembayaran lintas batas yuan tetap kurang efisien dibandingkan stablecoin yang dipatok dalam dolar, yang beroperasi 24/7 di blockchain, hal ini menimbulkan risiko strategis bagi China,” ujar Mantan Wakil Kepala Bank of China Wang Yongli, dilansir dari CoinMarketCap, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga
India Akan Terbitkan Makalah Diskusi Kripto Juli Mendatang, Fokusnya di Stablecoin
Meski belum ada pernyataan resmi dari eksekutif perusahaan, wacana peluncuran stablecoin RMB ini difokuskan pada dasar lepas pantai, dimulai dari Hong Kong. Jika berhasil, inisiatif ini berpotensi diperluas ke wilayah lain.
Proposal stablecoin RMB muncul di tengah dominasi stablecoin berbasis dolar seperti Tether USDT yang kini punya kapitalisasi pasar US$ 158,48 miliar. Meski stabil pada US$ 1,00, Tether mencatat penurunan volume perdagangan harian sebesar 15,60% dan penurunan harga sebesar 2,85% dalam 30 hari terakhir.
Baca Juga
Transaksi IDRX Capai Rp 816 Miliar, Proyek Stablecoin Berbasis Rupiah Kian Diminati
Di lain sisi, RMB masih berjuang untuk memperluas pengaruhnya dalam sistem pembayaran global, dengan pangsa transaksi internasional yang belum melampaui 3%, meskipun telah mengimplementasikan uji coba yuan digital di dalam negeri.
Para pengamat pasar kripto menilai proposal stablecoin RMB sebagai langkah penting yang dapat membentuk ulang arsitektur keuangan global. Jika berhasil memperoleh restu dari otoritas, stablecoin ini bisa solusi integrasi antara sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain modern.

