Perang Dagang AS Picu Lonjakan Permintaan Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menguat ke level US$ 2.916 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Kamis (6/3/2025) didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan proteksionis Presiden AS Donald Trump.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX memaparkan dolar AS tertekan selama tiga hari berturut-turut, dengan indeks DXY turun ke 104,3 atau terendah dalam empat bulan terakhir.
“Pelemahan greenback membuat emas lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia,” tulis riset ICDX Kamis, (6/3/2025).
Baca Juga
Optimalkan Potensi Bisnis Emas, BSI Akan Fokus pada 2 Hal Ini
Selain itu, kebijakan tarif baru AS memicu respons keras dari mitra dagang utama. Kanada mengumumkan akan mengenakan tarif balasan secara bertahap terhadap barang-barang AS senilai US$ 107 miliar.
“Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen, menekankan bahwa risiko stagflasi di AS semakin meningkat, yang pada akhirnya bisa memperkuat permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi,” ungkap riset tersebut.
Data makroekonomi AS terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta, dengan hanya 77.000 pekerjaan yang bertambah pada Februari, jauh di bawah ekspektasi 140.000.
“Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, yang dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif,” ulasnya.
Baca Juga
Harga Emas Melemah Seiring Penerapan Tarif Baru AS terhadap Kanada dan Meksiko
Pasar kini menantikan data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis Jumat (7/3/2025) dengan proyeksi penambahan 160.000 pekerjaan. Analis memperkirakan jika data tenaga kerja menunjukkan angka yang lebih baik dari perkiraan, harga emas berpotensi menembus US$ 3.000 per ons dalam waktu dekat.
Sementara dari sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah AS mengumumkan penghentian bantuan militer ke Ukraina.
ICDX memproyeksikan secara teknikal, harga emas saat ini menguji area support di kisaran US$ 2.919 - US$ 2.912. Jika tekanan jual berlanjut, support selanjutnya berada di US$ 2.902. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$ 2.929 - US$ 2.932, dengan resistance lebih lanjut di US$ 2.942 apabila terjadi rebound teknikal.
