RI Ketiban Untung, Perang Dagang Global Picu Pabrik China Relokasi ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia mendapat keuntungan besar akibat perang dagang global antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Salah satunya dirasakan kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk Kawasan Industri Kendal (KIK).
Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal Tjertja Karja Adil menyebutkan, keuntungan yang dirasakan KEK adalah banyaknya perusahaan China yang melakukan relokasi pabriknya ke Kendal, Jawa Tengah.
Baca Juga
KEK Kendal Berhasil Tarik Investasi Rp 141 Triliun, Paling Banyak Investor dari China
"Kita dapat blessing begitu ya. Begitu Presiden AS Donald Trump ini naik, enggak 1, 2, 3 tenant investor asing ke kita, yang datang ke kantor saya ngomong, pak kami prepare untuk relokasi pabrik-pabrik kami yang di China itu masuk Kendal," kata dia, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Selain perang dagang, menurut Tjertja, perusahaan China yang merelokasikan pabriknya ke Indonesia, khususnya di Kendal didorong insentif fiskal pemerintah hingga janji kemudahan perizinan.
Tjerta menyebutkan, pada 2024 pihaknya telah menerbitkan 961 surat keterangan asal (SKA) atau sertifikasi barang yang menyatakan komoditas ekspor dari negara asal. Termasuk di dalamnya barang-barang dari pabrik China yang direlokasi ke Indonesia.
Baca Juga
4 Asumsi Ekonomi Makro Meleset dari Target, Inflasi Terkendali
Diketahui, total investasi yang ditarik di KEK Kendal hingga saat ini mencapai Rp 141 triliun. KEK Kendal yang memiliki luas 1.000 hektare, kini sudah terisi sekitar 90%. Rencananya, terdapat pengembangan ke fase kedua seluas 1.200 hektare.

