India Ketiban Untung, Apple Genjot Produksi iPhone hingga US$ 22 Miliar untuk Pasar AS
NEW DELHI, investortrust.id - India diuntungkan dari strategi diversifikasi rantai pasok Apple yang telah meningkatkan produksi iPhone di negara tersebut hingga mencapai US$ 22 miliar dalam 12 bulan terakhir hingga Maret 2025. Angka ini melonjak hampir 60% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai perubahan besar Apple dalam mengurangi ketergantungan pada China.
Dilansir dari laporan Bloomberg, Senin (14/4/2025), Apple kini memproduksi sekitar 20% dari seluruh iPhone-nya di India atau setara satu dari lima unit. Nilai produksi itu mencerminkan estimasi harga di pabrik (factory gate value), bukan harga jual konsumen.
Sebagian besar produksi dilakukan di pabrik Foxconn di India selatan, sementara Tata Group yang telah mengakuisisi Wistron dan mengendalikan operasi Pegatron juga berperan besar sebagai mitra perakitan.
Baca Juga
Trump Melunak, Smartphone, Laptop, dan Semikonduktor China Tidak Kena Tarif Tinggi
Dari total produksi tersebut, ekspor iPhone dari India mencapai 1,5 triliun rupee (sekitar US$ 17,4 miliar), menurut pernyataan Menteri Teknologi India pada 8 April lalu.
Lonjakan ekspor ke Amerika Serikat (AS) terjadi setelah mantan Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tarif resiprokal terhadap China. Apple disebut mulai memprioritaskan pengiriman iPhone dari India ke AS demi menghindari potensi beban tarif tambahan.
Namun, pemerintah AS akhirnya mengumumkan pengecualian terhadap tarif untuk perangkat elektronik seperti smartphone dan komputer pada Jumat (11/4/2025). Langkah ini sedikit membuat Apple dan beberapa perusahaan teknologi AS sedikit 'bernafas' lega.
Baca Juga
AS Beralih ke Batu Bara, Indonesia Targetkan Punya Pembangkit Panas Bumi Terbesar Dunia
Pemberlakuan ini juga semakin mendorong Apple bergerak cepat untuk memindahkan produksi ke negara lain. Meski demikian, perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu masih bergantung pada hampir 200 pemasok di China, dan kendala seperti infrastruktur dan tenaga kerja di AS membuat relokasi penuh sulit dilakukan dalam waktu dekat.
CEO Apple, Tim Cook sebelumnya memuji keunggulan manufaktur China yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan perusahaannya. Namun, analisis Bloomberg Intelligence 2022 menyebutkan bahwa Apple setidaknya memerlukan waktu hingga delapan tahun untuk memindahkan 10% produksinya keluar dari China.
Kini, seluruh lini iPhone, termasuk model Pro, sudah diproduksi di India. Keberhasilan ini turut didukung oleh insentif pemerintah India dalam mendorong investasi industri teknologi.
Baca Juga
Harga iPhone Bisa Naik 3 Kali Lipat Tembus Rp 59 Jutaan jika Diproduksi di AS
Perdana Menteri Narendra Modi bahkan menyiapkan tambahan insentif senilai US$ 2,7 miliar untuk mendorong produksi komponen elektronik dan pengembangan sektor semikonduktor, sejalan dengan ambisinya menjadikan India sebagai pusat manufaktur global.
Apple kini memiliki pangsa pasar sekitar 8% di pasar ponsel pintar India, dengan penjualan yang mencapai hampir US$ 8 miliar sepanjang tahun fiskal 2024, mayoritas berasal dari lini iPhone.

