IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Sebaliknya 5 Saham Ini Torehkan ARA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (20/2/2025), ditutup melemah tipis 2,52 poin (0,04%) menjadi 6.792,35. Pergerakan indeks dalam rentang 6.755-6.836 dengan nilai transaksi Rp 6,04 triliun
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer non primer 1,68%, sektor energi 0,78%, sektor property 0,76%, sektor consumer primer 0,62%, dan sektor keuangan 0,24%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor teknologi 5,67% dan material dasar 1,12%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis, Saham Sektor Teknologi kembali Berjaya
Meski indeks melemah, banyak saham justru melesat hingga auto reject atas (ARA) pagi ini, yaitu saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 25% menjadi Rp 450 dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 25% menjadi Rp 270
ARA juga melanda saham PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) sebanyak 24,79% menjadi Rp 302, PT Indointernet Tbk (EDGE) naik 24,72% menjadi Rp 5.575, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 14,95% menjadi Rp 64.450.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUCA), PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI).
Baca Juga
Meningkatnya Permintaan Aset Safe Haven Dorong Kenaikan Harga Emas
IHSG kemarin ditutup terkokoreksi sebanyak 78,68 poin (1,14%) menjadi 6.794,87 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,12 triliun, terbanyak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 698,13 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 231,47 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 214,71 miliar, dan PT Sumer Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 133,01 miliar.
Secara sectoral, penurunan terbesar dicatatkan saham keuangan sebanyak 1,78%, sektor infrastruktur 0,85%, sektor consumer non primer 0,59%, sektor property 0,80%, dan sektor keuangan 0,07%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi, industry, dan material dasar.
Meski IHSG anjlok dalam, lima saham ini justru torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) menguat 35% menjadi Rp 216, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) 24,91% menjadi Rp 3.460.
Kenaikan juga melanda saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) sebanyak 24,39% menjadi Rp 306, PT Indointernet Tbk (EDGE) naik 24,86% menjadi Rp 4.470, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 19,97% menjadi Rp 56.026.
