IHSG Sesi I Anjlok 1,18%, Sebaliknya Tiga Saham Ini Torehkan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (29/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 84,78 poin (1,18%) menjadi 7.115. Pergerakannya dalam rentang 7.107-7.200 dengan nilai transaksi Rp 6,22 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sebagian besar sektor saham, sepeti sektor energi 1,86%, sektor teknologi 1,87%, sektor transportasi 1,01%, sektor industry 1,05%, sektor material dasar 0,96%, sektor keuangan 0,70%, dan sektor consumer primer 0,53%. Sebaliknya penguatan tipis hanya melanda saham sektor kesehatan 0,02%.
Baca Juga
OJK Sebut Kripto Bisa Punya Manfaat Besar ke Pertumbuhan Ekonomi, Kok Bisa?
Meski IHSG berjalan, sejumlah saham torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melesat 34,62% menjadi Rp 70, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 24,48% menjadi Rp 356, dan PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) naik 24,81% menjadi Rp 322.
Penguatan juga melanda saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 27,96% menjadi Rp 238 dan PT Berlina Tbk (BRNA) naik 23,78% menjadi Rp 885.
Sebaliknya penurunan terbesar melanda saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA).
Baca Juga
BTN Bukukan Kredit Rp 356 Triliun, Tumbuh 11,9% hingga September 2024
IHSG kemarin ditutup terkoreksi sebanyak 45,73 poin (0,63%) menjadi 7.200,16. Pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 840,39 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 429,88 miliar, PT Nusantara Sawit Tbk (NSS) Rp 204,20 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 137,73 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin terpengaruh koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor energi terjun 2,81%, sektor infrastruktur jtuh 1%, sektor transportasi turun 0,51%, sektor teknologi turun 1,14%. Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 1,13%, sektor infrastruktur 0,86%, sektor transportasi 0,58%, sektor teknologi 0,38%, dan sektor property 0,17%. Sebaliknya kenaikan pesat melanda saham sektor kesehatan 2,2% dan disusul saham sektor consumer primer 0,31%.
Grafik IHSG
