IHSG Ditutup Terkoreksi Tipis, Sebaliknya 5 Saham Ini Cuan hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/1/2025), ditutup melemah tipis 2,93 poin (0,04%) menjadi 7.080. Indeks bergerak dalam rentang 7.046-7.129 dengan nilai transaksi Rp 8,26 triliun.
Koreksi IHSG hari ini dipengaruhi atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar turun 3,42%, sektor industry 1,18%, sektor saham teknologi 0,58%, sektor property 0,29%, dan sektor infrastruktur 0,18%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi, keuangan, consumer non primer, dan kesehatan.
Baca Juga
2025, Emiten Happy Hapsoro (RATU) Bidik Pertumbuhan Kinerja Double Digit
Meski IHSG hanya naik tipis, kelima saham ini justru berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA). ARA melanda tiga saham yang listing perdana hari ini, yaitu saham PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) naik 35% menjadi Rp 135, PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) menguat 25% menjadi Rp 565 dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,78% menjadi Rp 1.435.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebanyak 24,32% menjadi Rp 690 dan saham PT Steady Safe TBk (SAFE) melesat 24,75% menjadi Rp 252. Penguatan mengesankan ke level tertinggi baru juga dicatatkan dua saham emiten Prajogo Pangestu ini, yaitu saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 12,20% menjadi Rp 13.800 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 7,38% menjadi Rp 2.910.
Baca Juga
Ikut Program 3 Juta Rumah, Kentanix Supra (KNIX) Bidik Marketing Sales Rp 300 Miliar
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 2,81 poin (0,04%) menjadi 7.083,28. Pemodala sing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 678,56 miliar didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 250 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 249,12 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 63,24 miliar.
Baca Juga
Usai Listing di BEI, Asuransi Bersama (YOII) Patok Target Ambisius di 2025
Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industry 0,33%, sektor kesehatan 0,86%, sektor property 0,14%, sektor industry 0,33%, dan sektor material dasar. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi, sektor consumer primer, keuangan, transportasi, dan infrastruktur.
Meski IHSG hanya naik tipis, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga, seperti saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) menguat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,57% menjadi Rp 109 dan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) naik hingga ARA sebanyak 34,21% menjadi Rp 204,
Penguatan juga melanda saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) naik 20,47% menjadi Rp 306, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 20,29% menjadi Rp 4.150, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 16,33% menjadi Rp 3.490.
Grafik IHSG

