Saham GTBO Terbang Tinggi hingga 173%, Seperti Apa Fundamentalnya?
JAKARTA, investortrust.id - Setelah terkena suspensi gara-gara terbang tinggi hingga 173%, saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) akan kembali diperdagangkan di bursa mulai sesi I Selasa (12/09/2023). Bagaimana sebetulnya fundamental emiten baru bara tersebut?
Saham GTBO terkena suspensi selama dua hari perdagangan (8-11 September) karena mengalami kenaikan harga secara tidak wajar. GTBO akan kembali diperdagangkan di bursa mulai pagi ini setelah otoritas mencabut suspensi.
Pencabutan suspensi saham GTBO termaktub dalam pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) Peng-SPT-00036/BEI.WAS/09-2023 yang dirilis pagi ini (Selasa, 12/09/2023).
“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi terhadap perdagangan GTBO di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini,” kata PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/09/2023).
Cooling Down
Menurut Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A, keputusan BEI tersebut merujuk pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00035/BEI.WAS/09-2023 tanggal 8 September 2023 perihal Suspensi Saham GTBO.
Berdasarkan pengumuman BEI Peng-SPT-00035/BEI.WAS/09-2023, saham GTBO disuspensi karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. “Dalam rangka cooling down, BEI perlu menghentikan sementara perdagangan saham GTBO pada perdagangan 11 September 2023,” tuturKepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.
PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Mulyana mengungkapkan, suspensi di pasar reguler dan pasar tunai itu ditujukan untuk memberikan waktu yang memadai kepada pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya di saham GTBO berdasarkan informasi yang ada.
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan,” ujar dia.
Fundamental GTBO
Pada perdagangan Jumat (8/9/2023), saham GTBO melonjak 24,56% ke level Rp 710. Sejak 1 Agustus 2023, saham GTBO melesat 173%. Dengan laba bersih Rp 138,2 miliar (hingga kuartal II-2023), emiten batu bara itu memiliki price to earning ratio (PER) 12,84 kali.
GTBO ditopang return on asset (RoA) dan return on equity (RoE) masing-masing sebesar 13,46% dan 16,39%. Dengan laba disetahunkan yang diproykesikan mencapai Rp 276,5 miliar pada akhir 2023, PER saham GTBO akan menjadi 6,42 kali pada pengujung tahun ini.
GTBO punya utang jangka pendek dan jangka panjang masing-masing Rp 88,5 miliar dan Rp 95,1 miliar dengan total ekuitas sekitar Rp 843,3 miliar.
Berdasarkan data BEI, saham GTBO saat ini dimiliki PT Garda Minerals (26,21%), Citibank Hong Kong S/A PBG Clients SG (66,17%), dan masyarakat (nonwarkat) sebesar 7,532%.

