Saham Garda Tujuh (GTBO) dari Terancam Delisting hingga Terbang 846%, Bakal Kembali ke Level Rp 6.000?
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) kembali ditutup menguat auto reject atas (ARA), Jumat (8/9/2023), hingga mencapai level tertinggi baru Rp 710 dalam lima tahun terakhir.
Meski demikian, level tersebut ternyata bukanlah harga tertinggi saham GTBO sepanjang masa. Berdasarkan data, saham ini sempat melesat hingga di atas Rp 6.000 pada 2012-2013.
Baca Juga
KPU Usulkan Percepatan Pendaftaran Bacapres-cawapres 2024, Simak Jadwalnya
Tak hanya kejutan tersebut, saham GTBO sempat diancaman delisting oleh BEI akibat suspend saham berkepanjangan terhitung sejak 14 Juli 2020 hingga 18 Desember 2022.
Jika mengacu data sejak pembukaan suspend, harga saham GTBO telah melesat lebih dari 846% terhitung sejak 19 Desember 2022 hingga penutupan perdagangan hari ini atau dalam sembilan bulan terakhir. Bahkan, saham ini sempat melesat dari level Rp 150 menjadi Rp 6.000 kurun waktu 2011-2012.
Baca Juga
Meski IHSG Kembali Koreksi, Tiga Saham Ini Berhasil Auto Reject Atas
Terkait kinerja keuangan, GTBO berhasil mencetak lompatan pendapatan dari US$ 19,27 juta menjadi US$ 35,27 juta hingga semester I-2023. Lompatan tersebut menjadikan laba bersih perseroan melesat dari US$ 1,59 juta menjadi US$ 9,20 juta.
Tak hanya itu, perseroan berhasil mengerek total aset dari US$ 61,73 juta menjadi US$ 68,33 juta. Sebaliknya jumlah liabilitas turun dari US$ 14,81 juta menjadi US$ 12,21 juta.
Baca Juga
Pemerintah Segera Terbitkan Aturan RKAB dan Pelaporan Baru Pertambangan Minerba
Berdasarkan data kepemilikan saham di BEI, PT Garda Minerals tercatat sebagai pengendali dengan kepemilikan 26,21%. Sisanya dalam bentuk akun Citibank Hong Kong 66,17% dan pemodal publik sebanyak 7,53%.

