BEI Suspend Kedua Saham Garda Tujuh (GTBO)
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) setelah harganya melesat dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data BEI, penguatan harga saham GTBO sepanjang sebulan terakhir mencapai 84,88% dari Rp 430 menjadi Rp 790. Sedangkan terhitung sejak suspensi berkepanjangan dibuka per 19 Desember 2022, penguatan harganya telah mencapai 953% dari Rp 75 menjadi Rp 790.
Baca Juga
Suspensi perdagangan saham GTBO hari ini merupakan yang kedua kalinya pekan ini. Sebelumnya pada 11 September 2023, transaksi saham GTBO dihentikan sementara dalam rangka cooling down, seiring dengan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham GTBO, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham ini di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I pada 13 September 2023,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam keterangan resminya kemarin.
Data BEI menyebutkan, saham GTBO saat ini dimiliki PT Garda Minerals (26,12%), Citibank Hong KOng S/A PBG sekitar 66,17%, dan masyarakat 7,532%.
Baca Juga
GTBO ditopang return on asset (RoA) dan return on equity (RoE) masing-masing sebesar 13,46% dan 16,39%. Hingga kuartal II-2023, GTBO membukukan laba bersih Rp 138,2 miliar dengan proyeksi laba disetahunkan mencapai Rp 276,5 miliar pada akhir 2023. Price to earning ratio (PER) saham GTBO yang kini mencapai 14,38 kali bakal menjadi 7,19 kali pada penghujun tahun ini.

